Wamen Transmigrasi Dukung Pengembangan Nanas Morris di Desa Tambang, Kampar

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:18:00 WIB
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menunjukkan hasil panen nanas Morris saat kunjungan kerja di Desa Tambang, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan produk unggulan dan peningkatan ekonomi masyarakat kawasan transmigrasi, Sabtu (17/1/2026

SEBALIK.COM, PEKANBARU – Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, meninjau Festival Nanas sekaligus panen Nanas Morris di Desa Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (17/1/2026). Kunjungan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan produk unggulan lokal dan peningkatan ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi.

Dalam kesempatan tersebut, Wamen Viva juga mencicipi berbagai produk turunan nanas yang diolah oleh pelaku UMKM, mulai dari makanan dan minuman hingga olahan kreatif lain.

Ia menekankan bahwa Nanas Morris memiliki potensi ekonomi tinggi karena dapat diolah secara menyeluruh tanpa limbah (zero waste), termasuk sirup, pupuk, kosmetik, serat benang dari daun, bahkan difermentasi menjadi wine dan bioetanol.

“Ke depan, kita akan menerapkan demplot penanaman Nanas Morris, budidaya ikan nila, ayam KUB, serta tanaman hidroponik sesuai kondisi iklim dan minat calon transmigran,” ujar Viva, dikutip dari rri.co.id.

Ia menambahkan bahwa program transformasi kawasan transmigrasi tidak hanya fokus pada perpindahan penduduk, tetapi juga pembangunan ekonomi melalui pengembangan UMKM, industrialisasi, serta peningkatan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan fasilitas pendidikan.

Setiap kawasan transmigrasi, menurut Wamen, memiliki produk unggulan masing-masing. Melalui Tim Ekspedisi Patriot yang telah diterjunkan di 154 kawasan, pemerintah menyusun rekomendasi pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Program ini akan terus dilanjutkan sepanjang 2026 dengan pengiriman tambahan tim dan mahasiswa untuk memperkuat pendampingan masyarakat.

Viva Yoga Mauladi menegaskan, pengembangan sektor pertanian dan perikanan di kawasan transmigrasi juga berperan penting dalam ketahanan pangan nasional. “Setelah swasembada beras dan jagung tercapai, fokus 2026 adalah pemenuhan protein hewani, salah satunya melalui budidaya ikan nila sistem bioflok,” jelasnya.

Ia berharap, pengembangan kawasan transmigrasi menjadi strategis untuk investasi, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. (*)

Terkini