Kenduri Apam, Tradisi Adat Siak Sambut Isra Mi’raj dan Ramadan 1447 Hijriah

Rabu, 14 Januari 2026 | 01:15:00 WIB
Pemerintah Kabupaten Siak bersama Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak menggelar Kenduri Apam sebagai bagian dari tradisi adat untuk memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

SEBALIK.COM, SIAK – Pemerintah Kabupaten Siak bersama Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak menggelar Kenduri Apam sebagai bagian dari tradisi adat untuk memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung LAMR Siak tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Kue apam disajikan dan dinikmati bersama para hadirin dalam rangkaian doa, sedekah kue apam, serta pemberian santunan kepada 50 anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial dan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT.

Bupati Siak yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Siak, Mahadar, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan adat tersebut. Ia bersyukur masyarakat masih diberi kesempatan untuk berkumpul dan bersilaturahmi dalam suasana penuh kekeluargaan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Siak, kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kenduri apam merupakan tradisi lama yang dahulu rutin dilaksanakan, dan hari ini kembali dihidupkan untuk kita nikmati bersama, sekaligus memohon keselamatan, kesehatan, serta keberkahan dari Allah SWT,” ujar Mahadar, Selasa (13/1/2026).

Menurutnya, di tengah perkembangan zaman, tradisi adat seperti kenduri apam mulai jarang dijumpai. Namun, LAMR Kabupaten Siak dinilai konsisten menjaga marwah adat dan menghidupkan kembali nilai-nilai budaya agar tetap tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

Mahadar menegaskan, kenduri apam bukan sekadar tradisi makan bersama, melainkan simbol kebersamaan, ungkapan rasa syukur, serta doa agar Negeri Siak senantiasa dijauhkan dari marabahaya dan dianugerahi keberkahan.

“Kenduri apam ini adalah warisan adat yang sarat makna, sejalan dengan falsafah Melayu, adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kue apam memiliki makna filosofis yang mendalam. Kata apam diyakini berasal dari afwan yang berarti ampunan, sebagai simbol permohonan ampun kepada Allah SWT sekaligus ajakan untuk saling memaafkan antarsesama.

Peringatan Isra Mi’raj yang dirangkaikan dalam kegiatan ini juga menjadi momentum refleksi bagi umat Islam untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan, khususnya dalam menjaga salat sebagai tiang agama serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.

“Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, kami mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut bulan suci dengan hati yang bersih, niat yang tulus, serta semangat meningkatkan ibadah dan mempererat silaturahmi,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Mahadar juga memohon doa dan dukungan masyarakat seiring adanya penyesuaian dalam tatanan birokrasi Pemerintah Kabupaten Siak. Ia berharap seluruh jajaran pimpinan daerah dapat mengemban amanah dengan baik demi kemajuan daerah.

“Marilah kita jaga persatuan, ketenteraman, dan keharmonisan, agar Kabupaten Siak senantiasa menjadi negeri yang beradat, beriman, dan berkemajuan,” pungkasnya. (*)

Terkini