Man City vs Brighton: Gol Bersejarah Haaland Tak Cukup Antar City ke Kemenangan

Kamis, 08 Januari 2026 | 06:09:00 WIB
Pemain Manchester City, Tijjani Reijnders (kiri) dan Erling Haaland, bereaksi pada akhir laga Premier League/Liga Inggris antara Man City vs Brighton, 7 Januari 2026 (c) AP Photo/Dave Thompson

SEBALIK.COM – Manchester City gagal memaksimalkan dominasi permainan saat menjamu Brighton pada pekan ke-21 Premier League 2025/2026. Bertanding di Etihad Stadium, Kamis (8/1/2026) dini hari WIB, laga berakhir imbang 1-1 dan menyisakan kekecewaan bagi kubu tuan rumah.

City sempat unggul lebih dulu melalui eksekusi penalti Erling Haaland pada menit ke-41. Namun, Brighton mampu mencuri poin setelah Kaoru Mitoma menyamakan kedudukan pada menit ke-60.

Hasil ini terasa pahit bagi Manchester City yang tampil dominan dalam penguasaan bola dan jumlah peluang, tetapi kembali bermasalah dalam efektivitas penyelesaian akhir.

Pertandingan ini mencatatkan momen istimewa bagi Erling Haaland. Gol penalti yang ia cetak menjadi gol ke-150 Haaland bersama Manchester City, sekaligus gol ke-35.000 sepanjang sejarah Premier League.

Namun, pencapaian individu tersebut terasa hambar karena tak berujung kemenangan. City masih kesulitan mengontrol momen krusial meski menguasai jalannya laga.

Brighton justru tampil berani sejak awal. Gianluigi Donnarumma dipaksa melakukan sejumlah penyelamatan penting pada babak pertama untuk menggagalkan peluang Pascal Gross dan Ferdi Kadioglu.

City baru menemukan ritme permainan menjelang akhir babak pertama. VAR kemudian menghadirkan titik balik setelah pelanggaran Diego Gomez terhadap Jeremy Doku di kotak penalti berujung penalti. Haaland menjalankan tugasnya dengan sempurna, membawa City unggul 1-0 saat jeda.

Memasuki babak kedua, City meningkatkan tempo permainan dan menekan lebih agresif. Namun, dari situasi yang relatif minim ancaman, Brighton justru berhasil mencetak gol penyeimbang.

Kaoru Mitoma memanfaatkan kelengahan lini belakang City dan melepaskan penyelesaian efektif ke sudut bawah gawang. Gol tersebut mengubah momentum pertandingan dan meningkatkan kepercayaan diri tim tamu.

Brighton bahkan nyaris berbalik unggul setelah tembakan Mitoma dari sudut sempit membentur tiang gawang. Sementara itu, City kembali gagal memanfaatkan peluang emas di menit-menit akhir. Haaland melewatkan kesempatan dari jarak dekat, sedangkan Rayan Cherki mengirim tembakan melebar dari posisi ideal.

Secara statistik, City unggul dengan 59 persen penguasaan bola dan 20 tembakan. Namun, hanya empat yang tepat sasaran, mencerminkan persoalan efektivitas yang kembali menghantui tim asuhan Pep Guardiola.

Hasil imbang ini membuat Manchester City tertahan di peringkat kedua klasemen sementara dan berjarak lima poin dari Arsenal. Jarak tersebut berpotensi melebar jika Arsenal meraih kemenangan pada laga berikutnya.

Bagi Brighton, satu poin di Etihad menjadi hasil berharga. The Seagulls kini tak terkalahkan dalam empat pertemuan terakhir melawan Manchester City dan tetap stabil di papan tengah klasemen.

Laga ini juga memperpanjang catatan tanpa kemenangan City di awal 2026, dengan tiga hasil imbang beruntun—rekor yang jarang terjadi dalam era kepelatihan Guardiola. Meski terdapat sisi positif dari solidnya duet bek tengah Abdukodir Khusanov dan Max Alleyne, publik Etihad tetap meninggalkan stadion dengan rasa kecewa akibat peluang yang terbuang. (*)

Terkini