Menuju Era Rafale, Pesawat Tempur Hawk 109/209 Resmi Tinggalkan Lanud Roesmin Nurjadin

Kamis, 08 Januari 2026 | 01:15:00 WIB
TNI Angkatan Udara secara resmi melepas pesawat tempur Hawk 109/209 dari Skadron Udara 12 Wing Udara 3.1 Group Tempur Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru

SEBALIK.COM, PEKANBARU – TNI Angkatan Udara secara resmi melepas pesawat tempur Hawk 109/209 dari Skadron Udara 12 Wing Udara 3.1 Group Tempur Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Rabu (7/1/2026). Pelepasan tersebut menandai berakhirnya pengabdian Hawk 109/209 di Bumi Lancang Kuning seiring rencana kedatangan pesawat tempur generasi terbaru Rafale.

Upacara Tradisi Pelepasan berlangsung di Apron Base Ops Lanud Roesmin Nurjadin dan dipimpin langsung oleh Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) Marsda TNI Djoko Hadipurwanto selaku Inspektur Upacara. Sementara itu, Komandan Upacara dipercayakan kepada Kasihar Skadron Udara 12, Mayor Tek Arifendi Subnafeu.

Pesawat Hawk 109/209 selanjutnya dialihkan ke Skadron Udara 1 Wing Udara 3.1 Group Tempur yang bermarkas di Lanud Supadio, Pontianak, sebagai bagian dari penataan dan penguatan kesiapan operasional satuan.

Upacara dihadiri Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, para pejabat Koopsau, Danwing Udara 3.1 Tempur, para kepala dinas, komandan satuan, serta seluruh personel Skadron Udara 12. Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat, diawali laporan perwira upacara, penghormatan pasukan, penandatanganan dokumen, hingga penyerahan administrasi pesawat sebagai simbol resmi alih satuan.

Dalam amanatnya, Pangkoopsau menegaskan bahwa tradisi pelepasan pesawat merupakan bentuk penghormatan TNI Angkatan Udara terhadap alutsista yang telah menjalankan tugas pengabdian, sekaligus simbol estafet tanggung jawab antar satuan.

“Pesawat Hawk 109/209 telah menjadi bagian penting perjalanan tugas Skadron Udara 12, baik dalam menjaga kesiapsiagaan pertahanan udara maupun dalam pembinaan kemampuan tempur para penerbang. Jejak pengabdiannya akan selalu tercatat dalam sejarah satuan,” tegas Pangkoopsau.

Ia juga menambahkan bahwa setiap jam terbang pesawat tersebut mencerminkan dedikasi, loyalitas, dan profesionalisme para penerbang, teknisi, serta seluruh personel pendukung yang senantiasa mengutamakan keselamatan terbang dan kerja.

Pemindahan Hawk 109/209 ke Lanud Supadio diharapkan mampu memperkuat kesiapan operasional Skadron Udara 1 dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional, khususnya di kawasan Bumi Khatulistiwa, sejalan dengan upaya Koopsau mengelola kekuatan udara secara adaptif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris menyebutkan bahwa pelepasan pesawat Hawk 109/209 menjadi momen emosional bagi keluarga besar Lanud Roesmin Nurjadin.

“Ada rasa haru sekaligus bangga saat melepas pesawat yang telah lama menjadi bagian dari pengabdian satuan di Bumi Lancang Kuning. Ke depan, Skadron Udara 12 akan diperkuat dengan kehadiran pesawat tempur Rafale yang direncanakan tiba pada akhir Januari 2026, sebagai bagian dari modernisasi alutsista guna meningkatkan daya tangkal dan kesiapsiagaan TNI Angkatan Udara,” ujarnya. (*)

Terkini