Kebocoran Pipa Gas TGI di Inhil Berpotensi Ganggu Lifting Migas Nasional

Selasa, 06 Januari 2026 | 14:36:26 WIB
Kebocoran pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) yang terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau

SEBALIK.COM, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merespons kebocoran pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) yang terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, pada 2 Januari 2026. Insiden tersebut saat ini tengah dalam proses penanganan.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyatakan akan turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses perbaikan berjalan optimal. Ia menegaskan kebocoran pipa tersebut harus segera ditangani karena berpotensi mengganggu produksi migas nasional.

“Sedang ditangani dan saya juga akan ke lokasi. Ini harus cepat diselesaikan karena berdampak terhadap produksi minyak nasional,” ujar Laode saat ditemui di Kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (5/1/2026) dilansir dari detikcom.

Terkait potensi kehilangan produksi akibat kebocoran tersebut, Laode mengaku belum dapat menyampaikan angka pasti. Namun, kebocoran pipa gas TGI dinilai dapat memengaruhi proyeksi target lifting migas nasional.

“Ini bisa berdampak pada proyeksi akhir tahun, yang ditargetkan sekitar 610 ribu barel per hari. Karena itu, perbaikannya harus dipercepat agar pipa bisa kembali tersambung,” jelasnya.

Laode juga mengungkapkan kebocoran tersebut berpotensi mengganggu aktivitas produksi di lapangan migas milik Pertamina Hulu Rokan (PHR). Pasalnya, pipa gas TGI memasok gas untuk pembangkitan listrik di wilayah Rokan.

“Gas dari pipa ini digunakan untuk pembangkit listrik, termasuk untuk mengoperasikan mesin pompa angguk. Jadi jika terganggu, operasional lapangan migas juga bisa terdampak,” tambahnya. (*)

Terkini