Wabup Syamsurizal Optimistis PAD Siak Naik pada 2026

Senin, 29 Desember 2025 | 17:30:00 WIB
Wakil Bupati Siak, Syamsurizal Budi

SEBALIK.COM, SIAK – Wakil Bupati Siak, Syamsurizal Budi, menyatakan optimisme bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Siak akan mengalami peningkatan pada Tahun Anggaran 2026. Hal tersebut disampaikannya dalam konferensi pers capaian kinerja Pemerintah Kabupaten Siak Tahun 2025 dan agenda pembangunan Tahun 2026, Senin (29/12/2025).

Sebelumnya, Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli memaparkan capaian kinerja serta realisasi APBD 2025, dilanjutkan dengan transparansi capaian APBD 2025 dan rencana APBD 2026 dalam konferensi pers bertema “Siak Hebat, Siak Bermartabat.”

Syamsurizal menjelaskan, asumsi total APBD Kabupaten Siak Tahun Anggaran 2026 diproyeksikan sebesar Rp2,37 triliun lebih. Pemerintah daerah, kata dia, akan bekerja keras untuk mengoptimalkan realisasi pendapatan agar perencanaan anggaran dapat berjalan sesuai target.

“Struktur APBD kita masih didominasi belanja wajib, terutama belanja pegawai dan operasional. Ini menjadi tantangan utama yang harus terus kita efisienkan,” ujar Syamsurizal.

Ia mengungkapkan, dalam struktur belanja daerah 2026, sekitar 82,15 persen APBD dialokasikan untuk belanja operasi atau belanja wajib, yang meliputi belanja pegawai, barang dan jasa, subsidi, hibah, serta bantuan sosial. Sementara belanja pembangunan dan layanan publik hanya mencapai 17,81 persen, serta belanja tidak terduga sebesar 0,04 persen.

Rincian belanja operasi tersebut antara lain belanja pegawai sebesar Rp1,07 triliun lebih, belanja barang dan jasa Rp824,26 miliar, belanja subsidi Rp38,5 miliar, belanja hibah Rp45,65 miliar, serta belanja bantuan sosial Rp1,72 miliar. Adapun belanja lainnya terdiri dari belanja modal Rp188,58 miliar dan belanja transfer Rp233,69 miliar.

Untuk struktur pendapatan daerah Tahun Anggaran 2026, total pendapatan diproyeksikan sebesar Rp2,37 triliun, yang masih didominasi pendapatan transfer sebesar Rp1,67 triliun. Pendapatan transfer tersebut terdiri dari transfer pemerintah pusat sebesar Rp1,50 triliun dan transfer antar daerah Rp177,9 miliar.

Sementara itu, PAD Kabupaten Siak diproyeksikan sebesar Rp690,36 miliar, yang bersumber dari pajak dan retribusi daerah Rp125,92 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp247,42 miliar, serta lain-lain PAD yang sah Rp7,59 miliar.

Syamsurizal menegaskan, Pemerintah Kabupaten Siak akan terus mendorong optimalisasi PAD secara bertahap guna mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dari pusat.

“Kami optimistis, dengan pembenahan sistem dan penguatan potensi daerah, PAD Kabupaten Siak dapat terus meningkat pada 2026,” tegasnya.

Dalam APBD 2026, Pemkab Siak juga memproyeksikan defisit anggaran sebesar Rp1,12 miliar lebih. Defisit tersebut akan ditutup melalui pembiayaan daerah sebesar Rp14,41 miliar, yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun berjalan sebesar Rp13,29 miliar.

Selain itu, Wabup juga memaparkan progres pembayaran tunda bayar Tahun Anggaran 2024 dengan total kewajiban Rp326,94 miliar. Hingga 26 Desember 2025, telah direalisasikan pembayaran sebesar Rp206,01 miliar atau sekitar 63,01 persen.

“Sisa tunda bayar masih Rp120,93 miliar, dengan Rp49,23 miliar direncanakan dibayarkan pada 2025 dan Rp71,69 miliar dialokasikan pada 2026,” jelasnya.

Meski menghadapi tantangan fiskal, Syamsurizal menegaskan komitmen Pemkab Siak untuk terus melakukan efisiensi anggaran. Sebanyak 17 program prioritas dan layanan masyarakat tetap menjadi fokus utama, di antaranya penguatan fiskal desa, peningkatan infrastruktur dan konektivitas wilayah, penyediaan fasilitas publik, serta penguatan dan penataan aset daerah. (*)

Terkini