Hindari Bentrokan, Aparat TNI di Pos 9 dan 10 TNTN Tarik Mundur Saat Massa Lakukan Perusakan

Kamis, 27 November 2025 | 04:33:00 WIB
Kapendam XIX Tuanku Tambusai, Letkol MF Rangkuti

SEBALIK.COM, PELALAWAN – Ketegangan kembali memuncak di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Riau, setelah sekelompok warga merusak plang nama kawasan konservasi dan mengusir personel TNI dari Pos 9 dan Pos 10. Insiden ini memperlihatkan meningkatnya konflik antara masyarakat dan aparat dalam proses penertiban lahan yang telah berubah menjadi kebun kelapa sawit, baik oleh warga maupun pemilik modal besar.

Aksi massa terjadi setelah pertemuan antara perwakilan demonstran dan sejumlah pemangku kepentingan di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau beberapa waktu sebelumnya kembali menemui jalan buntu. Kegagalan dialog tersebut memicu ratusan warga bergerak menuju TNTN pada Kamis (20/11/2025) malam.

Kapendam XIX Tuanku Tambusai, Letkol MF Rangkuti menjelaskan bahwa massa tiba di Pos 10 sekitar pukul 23.00 WIB, langsung menuntut agar prajurit TNI meninggalkan lokasi. Tuntutan serupa kemudian disampaikan massa di Pos 9.

“Massa meminta agar pasukan di sana meninggalkan pos tersebut,” ujar Rangkuti, Rabu (26/11/2025).

Dihadapkan pada situasi yang memanas, personel TNI memilih untuk mundur dan tidak melakukan pencegahan terhadap perusakan fasilitas negara. Menurut Rangkuti, keputusan tersebut merupakan langkah terukur untuk menghindari konfrontasi fisik.

“Prajurit mundur untuk menghindari bentrokan fisik, mengingat emosi warga sudah memuncak,” tegasnya.

Sikap pasif aparat yang terlihat dalam video viral—di mana mereka tidak berupaya menghentikan perusakan plang—disebut sebagai bagian dari strategi meredakan ketegangan. Aparat mundur sambil tetap mencoba berdialog dengan massa.

Setelah aparat meninggalkan pos, massa dilaporkan membubarkan diri. Rangkuti menegaskan situasi kini kembali kondusif dan insiden tersebut merupakan yang pertama kali terjadi selama proses penertiban kawasan TNTN berlangsung.

Meski sempat ditinggalkan, pos-pos pengamanan telah kembali ditempati. Kodam juga menambah jumlah personel untuk memperkuat penjagaan kawasan konservasi yang tengah menghadapi tekanan dan konflik terbuka dari masyarakat. (*)

Terkini