Kisah Penumpang Batik Air, Bagasi Rusak Tanpa Kepastian Ganti Rugi

Kisah Penumpang Batik Air, Bagasi Rusak Tanpa Kepastian Ganti Rugi
Kondisi Bagasi Penumpang Batik Air, Purwaji (43) Dengan Nomor Penerbangan ID 7283.

SEBALIK.COM, JAKARTA – Pengalaman mudik Lebaran yang seharusnya berkesan manis justru berubah menjadi drama pahit bagi seorang warga bernama Purwaji (43). Penumpang maskapai Batik Air ini meluapkan kekecewaannya setelah hampir satu bulan laporannya terkait kerusakan parah pada bagasi pribadinya tak kunjung menemui titik terang.

Peristiwa ini bermula saat Purwaji dan istrinya melakukan perjalanan udara dari Kuala Lumpur menuju Jakarta pada Jumat (27/3) dengan nomor penerbangan ID 7283. Namun, setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, mereka disambut kejutan yang tidak menyenangkan.

Tas ransel milik Purwaji ditemukan dalam kondisi hancur. Bukan sekadar lecet, seluruh isi tas yang terdiri dari jaket, kemeja, hingga celana jeans ditemukan dalam keadaan robek total. Sementara satu koper lainnya tertinggal di Kuala Lumpur, yang memaksa pasangan ini menunggu selama tiga jam di bandara hingga penerbangan selanjutnya tiba.

"Saya kaget dan syok melihat kondisi bagasi yang rusak parah. Padahal tiket saat itu harganya sangat mahal, tapi pelayanan terhadap barang penumpang sangat buruk," ungkapnya pada media sebalik.com, Kamis (23/4/2026).

Meski telah langsung melaporkan kejadian tersebut ke bagian Lost and Found Batik Air di hari yang sama, hingga kini kejelasan mengenai ganti rugi masih gelap. Purwaji mengaku sudah berulang kali menghubungi call center maskapai, namun hanya mendapatkan jawaban normatif.

"Selalu saja bilangnya masih diproses. Padahal bagi perusahaan besar ini urusan kecil, tapi bagi penumpang ini soal tanggung jawab. Seharusnya mereka proaktif, bukan membiarkan konsumen menunggu tanpa kepastian," tegasnya  (*)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index