SEBALIK.COM, PEKANBARU - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Provinsi Riau menggelar kegiatan Buka Puasa Bersama dirangkaikan dengan Executive Talk Pengurus Wilayah PII Riau serta Peluncuran Buku di Cititel Hotel Pekanbaru, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh penting bidang keinsinyuran dan pembangunan daerah. Di antaranya Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Periode 2025–2029 Ir Insannul Kamil, M.Eng., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng, Anggota LPJK Periode 2025–2029 Muhammad Ikhsan, ST., M.Sc., Ph.D, serta Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Riau Dr. Ir. Yohanis Tulak Todingrara, ST., MT.
Turut hadir Dewan Pembina PII Wilayah Provinsi Riau sekaligus Ketua Umum DPP Asosiasi Pelaksana Konstruksi Nasional (ASPEKNAS) H Aswandi SE, Dewan Penasehat dan Dewan Pakar PII Wilayah Riau, para Ketua PII Cabang se-Provinsi Riau, jajaran pengurus PII Wilayah Provinsi Riau, Forum Insinyur Muda (FIM) PII Riau, akademisi, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Riau.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPRPKPP Provinsi Riau Thomas Larfo Dimeira, ST., MM yang sebelumnya dijadwalkan hadir tidak dapat menghadiri kegiatan tersebut karena agenda kedinasan lainnya.
Kegiatan ini mengusung tema “Silaturahmi Ramadhan dan Refleksi Ketahanan Energi serta Infrastruktur Nasional”, yang dirangkaikan dengan Executive Talk bertema “Ketahanan Energi Nasional dalam Perspektif Geopolitik Global dan Pembangunan Infrastruktur: Dampak Geopolitik terhadap Rantai Pasok Energi dan Konstruksi.”
Dalam sambutannya, Ketua PII Wilayah Provinsi Riau Ir. Ulul Azmi, ST., M.Si., CST., IPM., ASEAN Eng menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum silaturahmi sekaligus refleksi peran insinyur dalam menghadapi tantangan pembangunan di tengah dinamika geopolitik global.
Menurutnya, kondisi dunia saat ini yang diwarnai konflik geopolitik, termasuk eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, memberikan dampak besar terhadap stabilitas energi dunia. Hal ini tentu berdampak pada negara-negara yang masih memiliki ketergantungan terhadap energi impor, termasuk Indonesia.
“Ketika konflik terjadi di kawasan strategis seperti Timur Tengah yang menjadi jalur utama perdagangan energi dunia, maka dampaknya akan langsung dirasakan oleh negara-negara pengimpor energi. Hal ini akan mempengaruhi harga energi global, rantai pasok material konstruksi, serta biaya pembangunan infrastruktur,” ujar Ulul Azmi.
Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya yang sangat besar. Provinsi Riau sendiri merupakan salah satu wilayah strategis dalam sektor energi nasional dengan potensi sumber daya alam yang melimpah serta posisi penting dalam industri energi dan pembangunan infrastruktur.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi momentum bagi para insinyur untuk meningkatkan kompetensi serta berkontribusi nyata dalam pembangunan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PII Riau menyampaikan perkembangan organisasi PII Riau yang menunjukkan kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Saat ini PII Riau memiliki lebih dari 2.000 anggota aktif yang tersebar di 10 cabang pada 12 kabupaten/kota, dengan sekitar 30 persen anggota telah tersertifikasi sebagai Insinyur Profesional (Pratama, Madya, dan Utama) serta sekitar 30 insinyur telah memperoleh pengakuan ASEAN Engineer.
Sepanjang tahun 2025, PII Riau juga telah menjalankan berbagai program strategis, di antaranya konsolidasi organisasi wilayah dan cabang, kolaborasi dengan perguruan tinggi dan instansi pemerintah, forum ilmiah dan kebijakan, aksi sosial dan lingkungan melalui kampanye Green Engineer, serta kegiatan peringatan HUT PII ke-73 dengan penanaman 1.000 pohon sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut PII Riau memberikan penghargaan kepada beberapa PII Cabang di Provinsi Riau yang dinilai aktif dan memberikan kontribusi besar dalam pengembangan organisasi dan peran insinyur di daerah. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi cabang-cabang yang aktif, sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh cabang untuk terus berkontribusi bagi kemajuan organisasi.
Sementara itu, Dewan Pembina PII Wilayah Riau H Aswandi SE dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap berbagai inovasi dan kolaborasi yang telah dilakukan oleh PII Riau.
Menurutnya, dalam kurun waktu sekitar satu setengah tahun perjalanan kepengurusan PII Riau Periode 2024–2027, terlihat banyak langkah progresif yang dilakukan melalui sinergi organisasi, penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak, serta komitmen kuat dalam mendorong peran insinyur dalam pembangunan daerah.
Lebih lanjut, H Aswandi juga menilai bahwa perkembangan PII Riau menunjukkan dinamika organisasi yang sangat baik dan progresif.
“Saya mengikuti perjalanan PII Riau selama lebih kurang satu setengah tahun atau sekitar setengah periode kepengurusan saat ini. Jika dibandingkan dengan beberapa wilayah lain, PII Riau menunjukkan dinamika organisasi yang sangat baik. Banyak inovasi program, kolaborasi lintas sektor, serta komitmen kuat dari pengurus wilayah yang didukung penuh oleh seluruh cabang se-Provinsi Riau,” ujar Aswandi.
Ia menekankan bahwa peran organisasi profesi seperti PII sangat penting dalam memastikan bahwa pembangunan daerah dan nasional didukung oleh tenaga insinyur yang profesional, kompeten, serta memiliki integritas tinggi.
Menurutnya, dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki Provinsi Riau serta posisi strategisnya dalam sektor energi dan infrastruktur nasional, maka kontribusi para insinyur sangat diperlukan dalam memastikan pembangunan berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Dalam sesi Executive Talk, Ketua LPJK Ir. Insannul Kamil, M.Eng., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng menyampaikan paparan mengenai ketahanan energi nasional dalam perspektif geopolitik global dan pembangunan infrastruktur.
Dalam paparannya dijelaskan bahwa eskalasi konflik geopolitik global, sanksi ekonomi antarnegara, serta persaingan penguasaan sumber daya energi telah menciptakan ketidakpastian baru dalam sistem perdagangan global. Energi tidak lagi sekadar komoditas ekonomi, tetapi telah menjadi instrumen strategis dalam hubungan internasional dan keamanan nasional.
Ia menjelaskan bahwa sektor konstruksi Indonesia memiliki ketergantungan yang cukup besar terhadap energi dan material impor seperti minyak bumi, LPG, baja konstruksi, hingga mesin konstruksi berat. Data menunjukkan bahwa nilai impor Indonesia pada tahun 2024 mencapai sekitar USD 233,65 miliar, dengan sektor energi dan bahan baku industri menjadi salah satu kontributor utama.
Selain itu, konflik di kawasan Timur Tengah yang menjadi jalur utama perdagangan energi dunia juga memberikan dampak signifikan terhadap negara pengimpor energi seperti Indonesia. Sekitar 35 persen perdagangan minyak dan gas dunia melewati Selat Hormuz, sehingga setiap gangguan pada jalur tersebut dapat memicu kenaikan harga energi global dan berdampak pada biaya pembangunan infrastruktur.
Paparan tersebut juga menyoroti bahwa beberapa sektor infrastruktur nasional sangat rentan terhadap fluktuasi harga energi global, di antaranya pembangunan jalan tol, pelabuhan, bandara, bendungan, serta infrastruktur energi.
Sebagai bagian dari solusi strategis, disampaikan beberapa rekomendasi kebijakan, antara lain diversifikasi energi nasional melalui pengembangan energi baru dan terbarukan, penguatan cadangan energi strategis nasional, peningkatan efisiensi energi di sektor industri dan konstruksi, serta pengembangan industri material konstruksi domestik untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri konstruksi, perguruan tinggi, serta organisasi profesi keinsinyuran dalam membangun sistem pembangunan infrastruktur yang lebih tangguh terhadap risiko geopolitik global.
Menurutnya, peran Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) sangat strategis dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia konstruksi, memperkuat sistem sertifikasi tenaga profesional, serta memperkuat ekosistem industri konstruksi nasional.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, peserta mengikuti tausiyah Ramadhan yang disampaikan oleh Dr. H. Asep Ajidin, S.Pd.I., SH., MH, yang memberikan pesan mengenai pentingnya integritas, amanah, serta nilai-nilai moral dalam menjalankan profesi dan kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan silaturahmi antar pengurus serta anggota PII, yang diharapkan semakin memperkuat sinergi para insinyur dalam mendukung pembangunan Provinsi Riau dan Indonesia. (Rilis)