Penyair Perempuan Indonesia Gelar PKT ke-6, Kunni Sebut Bukan Pulang Biasa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:02:27 WIB
Ketua Penyair Perempuan Indonesia Kunni Masrohanti menyampaikan sambutan saat berkunjung ke kampung adat Majalaya, Kuningan, Sabtu (1/8/2026)

SEBALIK.COM, KUNINGAN -- Penyair Perempuan Indonesia (PPI) kembali menggelar kegiatan Pulang ke Kampung Tradisi (PKT) di Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Ini pulang kampung yang ke-6. Kegiatan yang dilaksanakan 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 tersebut mengusung tema Milampah Tapak Kuningan.

Adapun rangakain kegiatan PKT tahun ini adalah, Menggali Tradisi Pasar Renteng Cibogo, Kunjungan ke Kampung Adat Majalaya, Bincang Sastra dan Pergelaran Seni serta Mengkaji Harmonisasi Gunung Ciremai dan Masyarakat Kuningan.

Ketua PPI Kunni Masrohanti, mengatakan, Pulang ke Kampung Tradisi ini bukan pulang bisa, apalagi jalan-jalan biasa. Tapi pulang untuk membawa ingatan banyak orang, membawa yang dilihat ke dalam karya sastra yaitu puisi

"Pulang ke Kampung Tradisi tahun ini merupakan yang ke-6.  Semua keluarga PPI yang ikut pulang harus merekam, mencatat lalu menulis apa yang didapatkannya selama pulang ke dalam puisi. Semua puisi akan dibukukan untuk menjadi ingatan kembali bagi anak cucu kelak. Karena ini pulang ke enam, maka akan lahir buku ke enam. Jadi ini bukan pulang biasa," jelas Kunni.

Perjalanan pulang kampung tahun-tahun sebelumnya, PPI telah melahirkan lima buku puisi, yakni, Temanten (hasil PKT 1), Umbul Pasiraman (PKT 2), Ajari Aku Baduy (PKT 3), Nyulam Kata Tanah di Lada (PKT 4), Susur Sisir Tengger (PKT 5). Sebelumnya, atau di awal perjalanan PPI di luar PKT, PPI telah melahirkan buku Palung Tradisi.   
"PKT juga sebagai upaya PPI dalam mendokumentasikan dan melestarikan objek kebudayaan dengan cara puisi, termasuk juga pelestarian bahasa daerah serta bentang alam  yang tidak bisa dipisahkan dengan keletastarian budaya. Semoga apa yang dilakukan PPI, khususnya dengan lahirnya buku puisi menjadi kontribusi yang bermanfaat bagi bangsa ini," kata Kunni lagi.

Ketua Panitia, Rini Intama, menjelaskan, sebelum PKT dilaksanakan, panitia telah melakukan survey dengan mengkaji dan mendatangi lokasi-lokasi yang akan dikunjungi. Selain itu juga menemui tokoh-tokoh masyarakat, tokoh budaya, seniman dan beberapa pimpinan komunitas sastra dan Taman Baca Masyarakat (TBM) di Kuningan.

"Semua kampung indah, semua kampung istimewa dan memiliki ciri khas serta kearifan lokalnya masing-masing. Tapi kami harus menentukan kampung mana yang harus dikunjungi mengingat keterbatasan waktu dan tempat tinggal kawan-kawan di PPI yang jauh. Meski begitu, kami berusaha semaksimal mungkin memilih kampung atau lokasi yang paling tepat dengan melibatkan serta berkonsultasi dengan tokoh budaya, seniman, sastrawan atau sebagian pimpinan komunitas di kuningan. Hasil survey, kami diskusikan lagi dengan ketua, panitia dan pengurus lainnya," jelas Rini.

Adapun para penyair perempuan yang ikut PKT tahun ini, yakni, Kunni Masrohanti (Pekanbaru), DM Ningsih (Pekanbaru), Nia Kurnia (Bandung), Rini Intama (Banten),  Ponnoer (Sukabumi), Juliani Rangkuti (Bekasi), Retno Indarsih (Bekasi), Mezra E Pellondou (Kupang, NTT), Ayu Yulia Johan (Jakarta), Dyah Susilowati (Bogor), Teti Marlina (Bogor), Heti Palestina Yunani (Surabaya), Nunung Noor el Noel (Bali), Rissa Churia (Bekasi), Berti Khajati (Bekasi), Chie Setiawati (Kuningan), Puput Amiranti (Jatim), Ratna Ayu Budhiarti (Yogyakarta), Resti Nurfaidah (Bandung), Veronika Sri Wahyuningsih (Tangerang), Eva Septiana (Tuban), Yoza Veronika (Yogyakarta), Iin Muthmainnah (Lampung), Asmariah (Yogyakarta), Devi Komala Syahni (Jakarta), Khoiriyah (Palembang), M Ade Putra (Riau), Alang Alang Khatulistiwa (Sumatera Barat). (*)

Terkini