Geram dengan Kelangkaan BBM di Riau, LLMB Ultimatum Pertamina dan Ancam Demo Besar-besaran

Rabu, 29 Juli 2026 | 22:42:53 WIB

SEBALIK.COM, PEKANBARU – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) khususnya solar yang terjadi di sejumlah daerah di Provinsi Riau dan Sumatra pada umumnya dalam beberapa waktu terakhir menuai sorotan dari berbagai kalangan. Kondisi tersebut tidak hanya memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), tetapi juga berdampak terhadap aktivitas masyarakat, pelaku usaha, hingga sektor transportasi.

Menyikapi persoalan itu, DPP Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) Riau, Kepri dan Sumut mengaku geram dengan kondisi yang terjadi, persoalan yang berlarut-larut seperti tanpa ada solusi ini membuat banyak masyarakat yang dirugikan. Anehnya lagi, ini hanya di Sumatra saja, di Jawa tidak terjadi. Bahkan jika kondisi ini tidak segera diatasi, LLMB mengancam akan menggelar demo besar-besaran untuk menuntut Pertamina menyelsaikan masalah ini.

"Kami beri ultimatum 2x24 jam untuk menyelesaikan masalah ini, jika masih seperti ini, kami akan turun, kami akan demo Pertamina," ujar Panglima Pucuk LLMB Datuk Besar Ismail Amir, SH., MH, Rabu (29/7/2026) di Pekanbaru saat melakukan pertemuan dengan Perwakilan Pertamina yang dimediasi oleh Polda Riau.

Panglima Pucuk menilai kelangkaan BBM yang terus berulang menunjukkan masih adanya persoalan dalam sistem distribusi dan pengawasan penyaluran energi di Riau. Masyarakat sebagai konsumen, menurut mereka, menjadi pihak yang paling dirugikan karena harus menghabiskan waktu berjam-jam mengantre hanya untuk mendapatkan BBM.

"Kondisi ini tidak bisa terus dibiarkan. Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa pasokan BBM tersedia dan dapat diperoleh dengan mudah. Jika persoalan ini terus berlarut tanpa solusi yang jelas, kami siap menyampaikan aspirasi masyarakat melalui aksi demonstrasi di kantor Pertamina," tegasnya lagi.

Ditambahkannya, kelangkaan BBM telah memberikan dampak yang cukup luas terhadap kehidupan masyarakat. Para pengemudi angkutan umum, sopir angkutan barang, pelaku usaha mikro mengaku kesulitan memperoleh bahan bakar untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Akibatnya, produktivitas menurun dan biaya operasional semakin meningkat.

Di sejumlah SPBU, antrean kendaraan bahkan terlihat mengular sejak pagi hingga malam hari. Tidak sedikit masyarakat yang mengaku harus berpindah dari satu SPBU ke SPBU lainnya karena stok BBM yang dicari telah habis. Kondisi tersebut juga menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi SPBU, terutama pada jam-jam sibuk.

LLMB meminta Pertamina memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat mengenai penyebab kelangkaan BBM yang terjadi. Mereka menilai transparansi sangat diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan tidak menimbulkan spekulasi ataupun kepanikan.

Selain itu, LLMB mendesak Pertamina melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi BBM di wilayah Riau. Pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi maupun non-subsidi juga dinilai perlu diperketat agar distribusi berjalan sesuai peruntukan dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang mengambil keuntungan pribadi.

"Riau merupakan salah satu daerah penghasil minyak dan memiliki aktivitas ekonomi yang cukup tinggi. Oleh karena itu, ketersediaan BBM seharusnya menjadi prioritas agar tidak menghambat mobilitas masyarakat maupun distribusi barang dan jasa. Kelangkaan yang berlangsung dalam waktu lama dinilai dapat memengaruhi stabilitas ekonomi daerah, terutama bagi sektor usaha yang sangat bergantung pada pasokan energi," jelasnya.

LLMB juga meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk lebih aktif melakukan koordinasi dengan Pertamina guna memastikan pasokan BBM tetap aman. Pengawasan terhadap distribusi di tingkat SPBU dinilai perlu ditingkatkan sehingga tidak terjadi penumpukan pembelian maupun praktik penyimpangan yang berpotensi memperburuk kondisi di lapangan.

Sebagai bentuk keseriusan, LLMB menyatakan tengah mempersiapkan langkah-langkah untuk menggelar aksi demonstrasi apabila dalam waktu dekat tidak ada perbaikan yang signifikan terhadap distribusi BBM. Aksi tersebut, menurut mereka, akan dilakukan secara damai dengan tujuan mendesak Pertamina segera mengambil langkah konkret dalam mengatasi persoalan yang dikeluhkan masyarakat.

"Kami tidak ingin aksi ini terjadi, tetapi apabila keluhan masyarakat terus diabaikan, kami siap turun ke jalan. Aspirasi masyarakat harus didengar, dan Pertamina harus menunjukkan tanggung jawabnya dalam menjamin ketersediaan BBM di Riau," tegasnya lagi.

LLMB berharap persoalan kelangkaan BBM dapat segera diselesaikan melalui langkah-langkah nyata yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, baik Pertamina, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, maupun lembaga pengawas. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi dibebani antrean panjang, aktivitas ekonomi dapat kembali berjalan normal, dan kebutuhan energi di Provinsi Riau tetap terjamin. (*)

Terkini