Lihat Perkembangan LLMB, PLMLI Langkat Datang Belajar Bangun Organisasi Melayu

Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:11:55 WIB
Dok. Istimewa

SEBALIK.COM, PEKANBARU -- Perjalanan panjang Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) selama 26 tahun menjadi perhatian Perkumpulan Laskar Melayu Langkat Indonesia (PLMLI). Melalui kunjungan silaturahmi ke pucuk pimpinan LLMB, Sabtu (11/7/2026) di Sekretariat LLMB di Pekanbaru, rombongan PLMLI ingin menggali pengalaman, sejarah, serta strategi pengembangan organisasi Melayu yang telah tumbuh dan berkembang di berbagai wilayah Indonesia.

Rombongan PLMLI yang dipimpin Ketua Umum Datuk Satria Badi, SE, disambut langsung oleh Datuk Panglima Pucuk LLMB Datuk Besar Ismail Amir, SH., MH, bersama Pembina LLMB Datuk Prof. Dr. H. Adolf Bastian Tambusai, M.Sc.

Dalam pertemuan penuh kekeluargaan tersebut, Datuk Panglima Pucuk LLMB Datuk Besar Ismail Amir memaparkan perjalanan LLMB sejak awal berdiri hingga menjadi salah satu organisasi Melayu yang memiliki jaringan luas di Indonesia.

Menurutnya, LLMB lahir dari semangat menjaga marwah Melayu, memperkuat persaudaraan, serta melestarikan adat dan budaya Melayu agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

“Selama 26 tahun perjalanan LLMB, banyak dinamika yang telah dilalui. Namun dengan kebersamaan, kekompakan, dan komitmen seluruh jajaran, LLMB terus tumbuh sebagai wadah pemersatu masyarakat Melayu,” ujar Datuk Besar Ismail Amir.

Ia menyebut, perkembangan LLMB yang terlihat melalui berbagai aktivitas organisasi di media sosial turut menarik perhatian masyarakat Melayu di daerah lain, termasuk PLMLI Langkat. Mereka melihat LLMB sebagai salah satu lembaga Melayu yang mampu membangun struktur organisasi secara kuat dan berkelanjutan.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi PLMLI banyak berdiskusi mengenai tata kelola organisasi, pembentukan struktur kepengurusan, filosofi simbol-simbol lembaga, hingga makna pakaian adat yang menjadi identitas LLMB.

“Banyak hal yang mereka ingin pelajari, bagaimana membangun organisasi, bagaimana menyusun struktur, serta bagaimana menjaga nilai-nilai Melayu tetap menjadi kekuatan bersama,” jelas Datuk Besar Ismail Amir.

Sementara itu, Pembina LLMB Datuk Prof. Dr. H. Adolf Bastian Tambusai, M.Sc menyampaikan bahwa keberadaan organisasi Melayu harus mampu menjadi wadah yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, kekuatan Melayu tidak hanya terletak pada simbol dan tradisi, tetapi juga pada kemampuan membangun kebersamaan dan kontribusi nyata.

“Kebudayaan Melayu harus terus dijaga, tetapi juga harus mampu beradaptasi dan memberi dampak positif bagi masyarakat,” ungkapnya.

Di sisi lain, Ketua Umum PLMLI Datuk Satria Badi, SE mengapresiasi sambutan yang diberikan LLMB. Ia mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antarorganisasi Melayu sekaligus menimba pengalaman dari perjalanan LLMB.

“Kami melihat LLMB sebagai organisasi Melayu yang berkembang besar. Kami datang untuk belajar, berdiskusi, dan berharap ke depan dapat terjalin kerja sama yang lebih erat antara PLMLI dengan LLMB,” katanya.

Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat silaturahmi Melayu lintas daerah. Melalui kolaborasi dan pertukaran pengalaman, LLMB dan PLMLI berharap dapat bersama-sama menjaga warisan budaya Melayu sekaligus memperkuat persatuan masyarakat Melayu di Nusantara. (*)

Terkini