Universitas Abdurrab Sukses Jadi Tuan Rumah Liga Talenta Mahasiswa Indonesia 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 09:50:11 WIB
Liga Talenta Mahasiswa Indonesia (LTMI)

SEBALIK.COM, PEKANBARU - Universitas Abdurrab (Univrab) sukses menjadi tuan rumah pada penyelenggaraan Lomba Renang “Fun Swimming Open” dan Expo Produk Inovasi Liga Talenta Mahasiswa Indonesia (LTMI) yang digelar Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau, Kamis 26 Juni 2026. Kesuksesan ini tak lepas dari dukungan Yayasan Abdurrab dan civitas akademika di lingkungan Universitas Abdurrab.

Pembina Yayasan Abdurrab Dr. dr. Susiana Tabrani, M.Pd, menyampaikan apresiasi kepada LLDIKTI Wilayah XVII Riau dan Kepri yang telah memberikan kepercayaan kepada Universitas Abdurrab sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan LTMI ini.

"Atas nama Yayasan Abdurrab, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta dan tamu undangan di Universitas Abdurrab. Kami merasa bangga dan terhormat karena Universitas Abdurrab dipercaya menjadi salah satu tuan rumah dalam penyelenggaraan kegiatan bergengsi ini," ujar Susiana Tabrani.

Susiana menyampaikan, LTMI ini bukan sekadar ajang perlombaan dan kompetisi. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan wadah untuk mengembangkan potensi, kreativitas, inovasi, dan karakter mahasiswa Indonesia. Di era yang penuh dengan tantangan dan perubahan saat ini, mahasiswa dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki kemampuan di bidang olahraga, seni, teknologi, riset, dan kepemimpinan.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, jiwa kompetitif yang sehat, serta mampu berkolaborasi dan berinovasi demi kemajuan bangsa dan negara," ucapnya.

Susiana berpesan kepada seluruh peserta,  agar menjadikan kompetisi ini sebagai sarana untuk belajar, membangun persahabatan, memperluas jaringan, dan menambah pengalaman. Kemenangan memang penting, tetapi yang jauh lebih penting adalah semangat untuk terus berkembang, berproses, dan memberikan yang terbaik.

"Kami juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada LLDIKTI Wilayah XVII serta seluruh perguruan tinggi yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan ini. Semoga LTMI dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi ajang pembinaan talenta mahasiswa yang semakin besar di masa mendatang," kata Susiana Tabrani.

Cabang Fun Swimming Open diikuti oleh 33 peserta dari berbagai perguruan tinggi swasta di wilayah Riau dan Kepulauan Riau. Sementara itu, Expo Produk Inovasi diikuti  31 tim yang menampilkan berbagai karya dan hasil riset mahasiswa.

Selain menjadi tuan rumah, Universitas Abdurrab juga mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti berbagai cabang lomba lain yang diselenggarakan di kampus berbeda, seperti sepak bola, tenis meja, badminton, dan sejumlah cabang lainnya.

Rektor Univrab, Prof. Susi Endrini, S.Si., M.Sc., PhD menjelaskan LTMI ini dilaksanakan oleh LLDIKTI Wilayah XVII bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Riau dan Kepulauan Riau. Univrab menjadi salah satu tuan rumah untuk menggelar lomba renang dan Expo Produk Inovasi.

“Semua cabang lomba kami ikuti, kecuali beberapa cabang tertentu karena mahasiswa sedang memasuki masa libur,” katanya.

Rektor mengharapkan kegiatan LTMI ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah silaturahmi dan pengembangan potensi mahasiswa.

“Harapan kami yang pertama tentu agar mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi bisa saling mengenal dan mempererat silaturahmi. Kemudian, melalui cabang olahraga kami ingin mengajak mahasiswa menerapkan pola hidup sehat, sedangkan melalui expo inovasi kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Riau dan Kepulauan Riau juga memiliki banyak karya dan kreativitas yang patut dibanggakan,” ujarnya.

Penanggungjawab Lomba Renang LTMI yang juga Wakil Rektor 1 Universitas Abdurrab apt. Isna Wardaniati, M.Farm, menjelaskan, Univrab dipercaya menjadi tuan rumah lomba renang Fun Swimming karena memang memiliki fasilitas kolam renang yang sesuai standar.

Sebagai tuan rumah, pihak Universitas Abdurrab berharap dapat meraih prestasi terbaik pada ajang perdana tersebut. “Kami tentu berharap Universitas Abdurrab bisa menjadi salah satu pemenang dalam LTMI ini, bahkan meraih gelar juara umum pada Liga Talenta Mahasiswa Indonesia tahun ini,” katanya.

Khusus untuk lomba renang ini hanya digelar sehari, pengumumannya nanti akan dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan penutupan.

“Untuk penutupan dan pengumuman juara akan menyusul, karena masih menunggu beberapa universitas yang masih melaksanakan perlombaan di cabang lainnya,” jelasnya.

Ada pun juri dalam lomba ini adalah Zulkifli, S. A. P (NTO) TD Merangkap Starter (Wasit dan juri internasional Asian Para Games 2018) dan Pelatih Renang Terbaik 2017, lalu H. Afriyanto, SE. MM (Dispora Riau), Referee Putra dan Putri, Atlet Terbaik Riau Tahun 1991 dan Wasit Juri Renang Pornas Soina Tahun 2018, dan Zulaikhah Tasya Najihah (Mahasiswa Unri, Time kiper merangkap Chief Time Keeper dan Inspector of turn, ada juga Nia Dzul Jaleely (Atlet Renang) Time keeper Merangkap merangkap Judges of Stroke dan merangkap Pengambilan fhoto dan Video.

Penanggungjawab Expo Produk Inovasi LTMI 2026 yang juga Wakil Rektor III Univrab, dr. May Valzon, M.Sc menerangkan, berbagai karya inovatif mahasiswa mewarnai pelaksanaan Expo Produk Inovasi ini. Kegiatan ini menjadi ajang bagi perguruan tinggi untuk menunjukkan hasil riset dan inovasi yang berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan riset, tetapi juga harus mampu menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Inilah yang ingin kami tampilkan melalui Expo Produk Inovasi ini,” ujarnya.

Salah satu inovasi yang menyita perhatian adalah kapsul obat halal berbahan dasar kulit ikan patin yang dikembangkan oleh dosen dan mahasiswa bidang farmasi Universitas Abdurrab.

Menurutnya, selama ini Indonesia masih mengimpor sebagian besar bahan kapsul obat, yang umumnya menggunakan gelatin dari bahan turunan yang belum tentu halal. Kondisi tersebut mendorong para peneliti mencari alternatif bahan baku yang aman dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam.

“Kulit dan lendir ikan patin ternyata memiliki kandungan gelatin yang dapat diolah menjadi bahan kapsul obat. Selain memanfaatkan limbah perikanan, inovasi ini juga memberikan jaminan kehalalan produk,” jelasnya.

Produk tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara industri dan diproduksi secara massal apabila mendapatkan dukungan dari dunia usaha.

Selain bidang farmasi, inovasi lain yang dipamerkan berasal dari sektor teknologi, salah satunya robot terbang yang dikembangkan oleh dosen dan mahasiswa bidang teknologi informasi.

“Robot terbang ini dapat menjadi cikal bakal pengembangan teknologi drone dengan berbagai fungsi dan manfaat di masa depan,” katanya.

Di bidang kesehatan dan kedokteran, mahasiswa juga menghadirkan inovasi berupa media pembelajaran anatomi berbasis teknologi tiga dimensi (3D). Aplikasi tersebut dibuat dari hasil pemindaian objek anatomi di laboratorium dan dapat diakses melalui telepon pintar maupun tablet.

Inovasi ini dinilai sangat membantu mahasiswa kedokteran dalam mempelajari anatomi tubuh manusia secara lebih fleksibel di luar jam praktikum laboratorium.

“Biasanya mahasiswa hanya memiliki waktu terbatas di laboratorium. Dengan teknologi 3D ini, mereka dapat mempelajari anatomi secara mandiri di rumah dengan visualisasi yang lebih detail,” ujarnya.

Expo Produk Inovasi tahun ini diikuti oleh 31 tim dari sekitar 10 perguruan tinggi di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Panitia berharap pada penyelenggaraan berikutnya partisipasi perguruan tinggi dari Kepulauan Riau dapat semakin meningkat, termasuk melalui skema pelaksanaan secara daring.

Sementara untuk Juri Expo Produk Inovasi yaitu Dr. Lukman Hakim Nasution, ST, MT dari Brin Daerah Provinsi Riau, ?Prof. Dr. Roza Elvyra, M.Si  merupakan Reviewer nasional Kemdiktisaintek Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat-Universitas Riau dan juga Prof. Ts. Dr. Mohd. Fadzelly bin Abu Bakar dari Universiti Tun Onn Husen Malaysia (UTHM) sebagai salah satu kampus terkemuka di Malaysia.

Terkait pelaksanaan LTMI ini, Ketua Pokja Kemahasiswaan LLDIKTI Wilayah XVII, Firdaus, S.Pd, M.Pd menjelaskan ini merupakan ajang perdana yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dalam kompetisi olahraga, seni, akademik, hingga inovasi.

Kegiatan yang berlangsung sejak 21 Juni-2 Juli 2026 ini menjadi momentum penting dalam pengembangan potensi mahasiswa di luar bidang akademik. Sebanyak 17 cabang perlombaan dipertandingkan dan tersebar di sembilan perguruan tinggi yang ditunjuk sebagai tuan rumah di Kota Pekanbaru.

“Ini adalah penyelenggaraan pertama Liga Talenta Mahasiswa di Wilayah XVII. Kami memilih Pekanbaru sebagai pusat kegiatan karena pertimbangan akses dan efisiensi biaya bagi peserta dari daerah,” ujar Firdaus.

Pembukaan cabang renang dan lomba produk inovasi digelar di Universitas Abdurrab. Sementara kegiatan serupa juga digelar di berbagai kampus lainnya di Pekanbaru.

Firdaus menjelaskan, Liga Talenta Mahasiswa tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga merangkul bidang seni, akademik, dan teknologi, termasuk kompetisi game digital seperti Mobile Legends.

“Makanya disebut talenta, karena semua potensi mahasiswa kita rangkum dalam satu wadah. Ada olahraga, seni, akademik, kewirausahaan, hingga e-sport,” katanya.

Antusiasme peserta, lanjut Firdaus, melampaui ekspektasi panitia. Sebanyak 31 perguruan tinggi dari total 84 kampus di bawah naungan LLDIKTI Wilayah XVII turut ambil bagian dalam kompetisi perdana ini.

“Ini pencapaian yang luar biasa. Dengan kondisi geografis Kepulauan Riau yang dipisahkan laut, keikutsertaan 30 hingga 31 perguruan tinggi sudah sangat membanggakan,” ungkapnya.

Awalnya, penutupan Liga Talenta Mahasiswa dijadwalkan pada akhir Juni ini. Namun, karena tingginya jumlah peserta cabang sepak bola, final baru dapat dilaksanakan pada 2 Juli 2026.

Untuk penyelenggaraan tahun depan, LLDIKTI Wilayah XVII berkomitmen menghadirkan kegiatan yang lebih meriah dengan penambahan cabang perlombaan di bidang seni, olahraga, maupun akademik.

“Kami ingin menjadikan kegiatan ini sebagai agenda besar tahunan yang mampu menjadi ruang pengembangan talenta mahasiswa secara menyeluruh. Ke depan akan ada lebih banyak cabang yang diperlombakan dan bersinergi dengan berbagai program kemahasiswaan lainnya,” jelas Firdaus.

Ia juga mengapresiasi seluruh perguruan tinggi yang telah bersedia menjadi tuan rumah dan mengajak para peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas serta menjadikan ajang ini sebagai sarana mengasah kemampuan dan mempersiapkan diri menjadi generasi pemimpin masa depan. (*)

Terkini