Susun Program Kerja, Lembaga Pemulihan Lingkungan Hidup dan SDM MUI Riau Gelar Rakor Perdana

Kamis, 23 April 2026 | 18:22:28 WIB
Rakor perdana Bidang LPLH dan SDM MUI Riau.

SEBALIK.COM , PEKANBARU - Setelah keluarnya Surat Keputusan kepengurusan, Bidang Lembaga Pemulihan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LPLH dan SDM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau gelar rapat koordinasi perdana, Kamis (23/04/2026).

Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam menyusun program kerja ditengah kepedulian terhadap kerusakan lingkungan di negeri ini yang semakin menipis.

Rapat yang digelar di ruang Rapat MUI Riau tersebut dipimpin oleh Ketua Koordinator LPLH dan SDM Dr Jupendri S Sos M Ikom dan didampingi Sekretaris Koordinator LPLH dan SDM Dr Santoso MSi, Ketua LPLH dan SDM Dr Marabona ME Sy, dan Wakil Ketua Jhoni Setiawan Mundung dan diikuti sejumlah anggota. 

Mengawali rapat Dr Jupendri menjelaskan secara ringkas terkait keberadaan MUI yang di dalamnya terdapat berbagai organisasi Islam, dan LPLH dan SDM, serta memperkenalkan jajaran pengurus.

"Keberadaan lembaga ini bertujuan meningkatkan kesadaran umat Muslim tentang pentingnya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sesuai ajaran Islam, melalui dakwah di masjid, pesantren, dan madrasah," jelasnya. 

Ia juga menyebut rapat koordinasi yang dilaksanakan hari ini adalah bagian dari musyawarah mengusulkan dan membahas program kerja yang akan disampaikan pada Rapat Kerja MUI Riau mendatang. 

Dr Santoso  menambahkan bahwa persoalan lingkungan hidup ini menjadi persoalan yang sangat fundamental bagi umat manusia, karena itu keberadaan dan keasrian lingkungan harus terus dijaga.

"Dan kita diciptakan Allah juga adalah untuk bisa menjaga dan melestarikan lingkungan, ini selaras dengan tujuan penciptaan manusia, yakni pelestarian spesies, karena hidup ini akan terus berkesinambungan untuk generasi-generasi selanjutnya," tegasnya. 

Hal itu menurutnya juga merupakan bagian dari ketakwaan kita kepada Allah Swt, Bagaimana kita menempatkan lingkungan pada kondisi alamiah kita, seperti ikan yang hidup di air, burung yang hidup di udara. 

Santoso juga mengingatkan dalam penyusunan program kerja harus memperhatikan data kuantitatif sebagai basis penetapan rencana kerja dan juga yang tak kalah penting adalah terkait kegiatan yang memerlukan pendanaan, agar membuat strategi sponsorship, karena memang untuk lembaga tidak tersedia anggaran. 

Sementara pada pembahasan rencana kerja, yang dipimpin oleh Dr Marabona, menjelaskan bahwa terdapat beberapa poin usulan seperti menerbitkan buku FIQH Lingkungan sebagai pedoman umat menyikapi lingkungan dan SDA. Membuat even penanaman pohon berbasis lingkungan rumah ibadah bekerjasama dengan dinas kehutanan dan lain lain. 

Mendorong Percepatan penanganan sampah. Mendorong pemerintah melakukan konservasi keanekaragaman hayati. Mendorong pemerintah melakukan penguatan ekonomi hijau berbasis masyarakat.

Sementara Jhoni Setiawan Mundung menyampaikan beberapa usulan  program kerja seperti pembahasan pedoman pelaksanaan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat), "Mohon diadakan pula STBM Award 2026 tingkat Riau sebagai langkah tindak lanjut pengelolaan lingkungan," usulnya. 

Hal lainnya adalah pedoman pengelolaan sampah, Fatwa Pencegahan Korupsi di bidang Lingkungan hidup dan kehutanan dari MUI Riau. Provinsi Riau yang juga Provinsi Maritim, yaitu, banyaknya pulau di Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Rokan Hilir , juga berbatas langsung dengan Negara Malaysia, Singapura. 

Pencemaran di Laut. Selama ini luput dari perhatian Pemerintah Pusat. Pencemaran dan pencurian ikan oleh Malaysia, Singapura, Thailand dan Vietnam sangat sering terjadi dan ini merugikan Biota laut yang rusak akibat pukat harimau, Jaring menangkap ikan Kurau dan Ikan terubuk yang mengalami kepunahan. 

"Penggunaan Robot jaring batu yang digunakan nelayan negeri Jiran dipakai utk merusak Biota laut dan Terumbu Karang di Bengkalis, Kepulauan Meranti, Dumai dan Rokan Hilir. Ini bertujuan untuk memperkuat fungsi LPLHSDA MUI dalam memuliakan lingkungan dan mengelola sumber daya alam berdasarkan prinsip ajaran Islam," sebutnya.

Serta terdapat sejumlah usulan lainya yang disampaikan, dan bagian akhir Marabona menyebut bahwa dari berbagai usulan program kerja tersebut nantinya akan dilakukan penyamaan dan perbaikan narasi kalau diperlukan untuk disampaikan pada rapat kerja MUI Riau. 

"Alhamdulilah, hari ini kita sudah melaksanakan agenda rapat koordinasi sekaligus perkenalan pengurus, semoga ini membawa keberkahan untuk kita bersama," imbuhnya. (*)

Terkini