Dukung Transformasi Kemenkes, RSUD Arifin Achmad Perkuat 24 Kompetensi Layanan Kesehatan

Senin, 09 Februari 2026 | 21:32:00 WIB
Forum konsultasi publik rencana pengembangan layanan RSUD Arifin Achmad

SEBALIK.COM, PEKANBARU – RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau terus melakukan pembenahan guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Langkah ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang tengah mentransformasi sistem klasifikasi rumah sakit, dari berbasis kelas menjadi berbasis kompetensi layanan.

Direktur Utama RSUD Arifin Achmad, Yusi Prastiningsih, menyampaikan bahwa saat ini RSUD Arifin Achmad masih berstatus sebagai rumah sakit kelas A. Namun ke depan, pengelompokan rumah sakit tidak lagi ditentukan oleh kelas A, B, C, atau D, melainkan berdasarkan kemampuan dan kompetensi layanan yang dimiliki.

Hal tersebut disampaikan Yusi dalam forum konsultasi publik rencana pengembangan layanan RSUD Arifin Achmad yang digelar di ruang serba guna rumah sakit tersebut, Senin (9/2/2026).

Yusi menjelaskan, berdasarkan hasil evaluasi terhadap 24 jenis kompetensi layanan yang ada, sebagian besar layanan telah menunjukkan capaian yang cukup baik. Tujuh layanan telah mencapai strata utama, tujuh layanan berada pada strata madya, empat layanan masih berada pada strata dasar, sementara tiga layanan lainnya belum memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.

“Capaian ini menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar dalam menyusun strategi pengembangan layanan ke depan,” ujar Yusi.

Ia menegaskan, RSUD Arifin Achmad berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan agar seluruh kompetensi layanan dapat memenuhi standar Kementerian Kesehatan. Upaya penguatan tersebut, kata dia, masih memerlukan peningkatan pada aspek sumber daya manusia, serta pemenuhan sarana, prasarana, dan alat kesehatan.

Menurut Yusi, penguatan kompetensi layanan menjadi langkah strategis agar RSUD Arifin Achmad tetap menjadi rumah sakit rujukan utama di Provinsi Riau dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.

“Melalui forum konsultasi publik ini, kami membuka ruang masukan dari berbagai pihak sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan secara berkelanjutan,” tutupnya. (*)

Terkini