SEBALIK.COM, PEKANBARU – Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, terus mengintensifkan upaya penguatan layanan dasar bagi masyarakat Kabupaten Siak, khususnya di sektor kesehatan dan pertanian. Upaya tersebut dilakukan melalui serangkaian koordinasi dan silaturahmi dengan sejumlah pejabat strategis di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI.
Agenda pertama Bupati Afni berlangsung bersama Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Bappenas RI, Diah Lenggogeni. Dalam pertemuan tersebut, Afni menajamkan kembali hasil koordinasinya dengan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, yang sebelumnya membahas kebutuhan alat kesehatan, fasilitas pelayanan, serta peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Siak.
“Kami menindaklanjuti dan mempertegas kebutuhan daerah, terutama terkait alat, fasilitas, dan pelayanan kesehatan agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Siak,” ujar Afni.
Usai pertemuan tersebut, Bupati Afni melanjutkan agenda dengan Direktur Pengairan dan Irigasi Bappenas RI. Pada kesempatan itu, ia menyampaikan kondisi lahan pertanian di Siak yang membutuhkan perhatian serius, terutama terkait jaminan ketersediaan air bagi para petani.
Menurutnya, persoalan pengairan dan irigasi menjadi isu mendesak seiring dengan kebijakan Ketahanan Pangan Nasional. Ketersediaan air dinilai sebagai faktor kunci dalam menjaga produktivitas sektor pertanian daerah.
“Ketersediaan air bagi lahan pertanian adalah kebutuhan mendasar. Tanpa dukungan irigasi yang memadai, produktivitas petani akan sangat terganggu,” tegasnya.
Setelah menyelesaikan rangkaian koordinasi lintas sektor di tingkat nasional, Bupati Afni kembali ke daerah. Di bandara, ia bertemu dengan Bupati Bengkalis, Kasmarni, dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah daerah saat ini.
Dalam pertemuan singkat itu, kedua kepala daerah membahas keterbatasan ruang fiskal yang kian dirasakan daerah. Afni menyebutkan bahwa pengalaman Kasmarni dalam memimpin di masa-masa sulit memberikan banyak pandangan serta suntikan semangat.
“Beliau menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi kepala daerah saat ini bahkan lebih berat dibandingkan masa pandemi Covid-19,” ungkap Afni.
Pertemuan tersebut menjadi ruang saling menguatkan antara dua kepala daerah perempuan di Riau. Keduanya sepakat untuk terus belajar, bersabar, dan memperkuat ikhtiar dalam menjalankan amanah kepemimpinan.
“Yang terpenting adalah terus berjuang dan tidak berhenti berikhtiar demi kepentingan masyarakat,” tutup Bupati perempuan pertama di Kabupaten Siak itu. (*)