SEBALIK.COM, DUMAI – Tanoto Foundation resmi meluncurkan Pilot Project SPRING (Early Stimulation in Primary Health Service Integration) dan Ruangan Stimulasi di Posyandu Pembantu Kelurahan Laksamana, Kecamatan Dumai Kota, pada Kamis (29/1/2026). Program ini merupakan bentuk dukungan Tanoto Foundation untuk menanamkan layanan stimulasi perkembangan anak usia dini (0–6 tahun) ke dalam layanan primer di Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Posyandu.
Dendi Satria Buana, perwakilan Tanoto Foundation Riau, menyampaikan bahwa proyek SPRING saat ini dimulai di lima kabupaten/kota di Indonesia, termasuk Kota Dumai, Kabupaten Paser, Kabupaten Tegal, Kabupaten Batanghari, dan Kabupaten Pakpak Barat. Program ini mencakup berbagai kegiatan, antara lain pelatihan aktivasi simulasi, penggunaan media KIE, sesi rutin stimulasi kelompok, edukasi stimulasi perkembangan, serta monitoring dan mentoring, dengan total peserta mencapai 16 orang per daerah.
Walikota Dumai yang diwakili Asisten I Setdako, Drs. Muhammad Yunus, menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kota Dumai terhadap proyek ini. Dukungan tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif petugas dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, Pustu, PKK, dan pihak terkait lainnya. Muhammad Yunus menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan lembaga swasta dalam memastikan keberhasilan program stimulasi anak usia dini.
“Pemko Dumai mengapresiasi Tanoto Foundation atas peluncuran Pilot Project SPRING dan Ruangan Stimulasi di Pustu Kelurahan Laksamana. Program ini menunjukkan kerjasama strategis yang terus terjalin antara Pemko Dumai dan Tanoto Foundation,” ujar Yunus.
Acara peluncuran dilanjutkan dengan peninjauan Ruangan Stimulasi dan dihadiri oleh Ketua TP PKK Kota Dumai, Hj. Leni Ramaini Paisal, SKM, Kepala Dinas Kesehatan, Camat Dumai Kota, unsur Forkopimda dan Forkopimcam, Kepala Puskesmas, serta tamu undangan lainnya.
Dengan adanya SPRING dan Ruangan Stimulasi ini, diharapkan anak-anak usia dini di Kota Dumai mendapatkan layanan stimulasi yang lebih terpadu dan optimal, mendukung tumbuh kembang mereka secara maksimal. (*)