MAPALA Laksamana Polbeng Mantapkan Arah Organisasi Lewat Musyawarah Besar 2026

Senin, 26 Januari 2026 | 23:55:00 WIB
Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Laksamana Politeknik Negeri Bengkalis menggelar Musyawarah Besar (Mubes) Tahun 2026

SEBALIK.COM, BENGKALIS – Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Laksamana Politeknik Negeri Bengkalis menggelar Musyawarah Besar (Mubes) Tahun 2026 sebagai forum tertinggi organisasi, yang dilaksanakan di Gedung GT 432 Lantai 3 Politeknik Negeri Bengkalis, Sabtu (24/1/2026).

Musyawarah Besar ini menjadi wadah strategis bagi organisasi untuk melakukan evaluasi kinerja kepengurusan, merumuskan arah kebijakan, serta memperkuat keberlanjutan organisasi ke depan.

Mubes MAPALA Laksamana Tahun 2026 mengusung tema “Wujudkan Dedikasi untuk Alam dan Kemanusiaan: Menekankan Kolaborasi, Tanggung Jawab, serta Pengembangan Diri Anggota untuk Keberlanjutan Organisasi di Masa Depan.” Tema tersebut mencerminkan komitmen MAPALA Laksamana dalam menjaga kelestarian lingkungan, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, serta membangun organisasi yang solid dan berdaya saing.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Pembina MAPALA Laksamana, Khairul Saleh, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa Musyawarah Besar merupakan momentum penting untuk refleksi, konsolidasi, dan regenerasi organisasi.

Ia berharap MAPALA Laksamana dapat terus berkontribusi positif, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat, dengan menjunjung tinggi nilai tanggung jawab, kerja sama, serta pengembangan kapasitas setiap anggota.

“Banyak hal yang bisa dilakukan, terutama kegiatan yang berorientasi pada pelestarian lingkungan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ketua Panitia Mubes MAPALA Laksamana, Danil Jon Lifer, menyampaikan bahwa Musyawarah Besar bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum refleksi dan regenerasi kepengurusan. Menurutnya, forum ini menjadi sarana untuk memperkuat rasa tanggung jawab bersama, meningkatkan kolaborasi antaranggota, serta mendorong pengembangan diri demi keberlanjutan organisasi.

Sementara itu, Ahmad Fauzi dalam sambutannya menegaskan bahwa keberlangsungan MAPALA Laksamana tidak hanya ditentukan oleh pengurus, tetapi juga oleh komitmen dan tanggung jawab seluruh anggota.

Ia juga menyampaikan bahwa sebelum pelaksanaan Musyawarah Besar, MAPALA Laksamana telah melaksanakan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklat) bagi anggota baru selama empat hari, mulai 15 hingga 18 Januari 2026, yang dilaksanakan baik di dalam maupun di luar ruangan.

Musyawarah Besar ini diikuti oleh seluruh anggota dan pengurus MAPALA Laksamana dengan agenda utama penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus, pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), perumusan program kerja, serta pemilihan kepengurusan baru.

Melalui Musyawarah Besar Tahun 2026 ini, MAPALA Laksamana Politeknik Negeri Bengkalis diharapkan mampu melahirkan kepengurusan yang amanah, solid, dan visioner, serta terus berperan aktif sebagai organisasi mahasiswa pecinta alam yang peduli terhadap lingkungan dan nilai-nilai kemanusiaan. (*)

Terkini