Menag Nasaruddin Umar: Isra Mikraj Momentum Pertobatan Ekologis, Lindungi Alam Sebagai Amanah

Jumat, 16 Januari 2026 | 09:02:03 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar

SEBALIK.COM, JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyerukan agar peringatan Isra Mikraj 1447 H dijadikan momentum pertobatan ekologis bagi umat Islam. Dalam sambutannya pada Peringatan Isra Mikraj Tingkat Kenegaraan di Masjid Istiqlal, Kamis malam (15/1/2026), Menag menekankan bahwa kesalehan ritual, seperti salat, tidak boleh dipisahkan dari kepedulian terhadap sesama manusia dan kelestarian alam.

Mengusung tema "Pesan Ekoteologi dalam Peristiwa Isra Mikraj", Menag menekankan relevansi ajaran agama di tengah berbagai bencana alam yang belakangan melanda tanah air. Menurutnya, menjadi khalifah berarti menjaga amanah, bukan mengeksploitasi bumi secara serakah.

"Isra Mikraj layak menjadi momentum pertobatan ekologis. Berhenti merusak, mulai merawat, dan menghadirkan rahmat bagi alam semesta," tegas Menag.

Dalam sambutannya, Menag menjelaskan bahwa perjalanan spiritual sejati tidak berhenti di langit, tetapi harus berdampak nyata di bumi. Nabi Muhammad SAW, kata Menag, memberikan teladan dengan kembali ke bumi untuk menebar rahmat meski telah mencapai puncak kenikmatan di Sidratul Muntaha. Dari semangat inilah, ibadah seperti salat seharusnya melahirkan perilaku ramah lingkungan, mulai dari hemat air saat wudu, menjaga kebersihan, hingga menghindari tindakan yang merusak alam.

Menag juga menyinggung upaya konkret Masjid Istiqlal dalam menerapkan prinsip ramah lingkungan. Masjid kebanggaan umat Islam di Indonesia itu bahkan meraih sertifikat internasional EDGE dari Bank Dunia sebagai Green Mosque, sebagai bukti penerapan ibadah yang berpihak pada lingkungan.

Selain itu, Menag mengajak masyarakat untuk mendoakan dan membantu korban bencana banjir dan longsor di sejumlah daerah. Ia menyebut musibah sebagai ujian sekaligus pengingat agar umat lebih peduli pada keseimbangan alam. Sejalan dengan hal itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq juga menekankan bahwa kerusakan alam adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah kekhalifahan, dan mendorong pelestarian lingkungan sebagai bagian dari ibadah sosial.

Melalui pesan ini, Menag berharap umat Islam dapat menjadikan momentum Isra Mikraj sebagai pengingat bahwa kesalehan spiritual harus selaras dengan kepedulian terhadap alam, sehingga ibadah tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi bumi dan generasi mendatang. (*)

Terkini