Waspada Luapan Sungai Kampar: Elevasi Waduk Koto Panjang Naik 1,1 Meter

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:08:17 WIB

SEBALIK.COM , KAMPAR - Manajemen PLTA Koto Panjang terus memantau ketat kondisi debit air di hulu Sungai Kampar.

Meski sempat mengalami penurunan tipis pagi ini, tren ketinggian air waduk menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 115 cm (1,1 meter) terhitung sejak awal Januari 2026.

Berdasarkan data terbaru elevasi waduk berada di angka 81,59 mdpl. Angka ini sedikit melandai dibanding hari sebelumnya yang berada di posisi 81,60 mdpl, Selasa (13/1/2026).

Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, menjelaskan bahwa manajemen telah mengambil langkah antisipatif dengan membuka pintu pelimpah (spillway gate) sejak akhir Desember lalu.

Langkah yang dikenal sebagai early release ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara air yang masuk (inflow) dan air yang keluar (outflow).

"Langkah ini diambil sebagai upaya pengendalian, mengingat saat ini PLTA Koto Panjang hanya beroperasi dengan dua unit pembangkit. Hal ini menyebabkan kapasitas buangan air melalui turbin belum maksimal," ujar Dhani.

Jika ditarik ke belakang, pada 1 Januari 2026, elevasi waduk masih berada di angka 80,44 mdpl. Namun, tingginya curah hujan di hulu sempat memicu lonjakan inflow hingga menyentuh angka 1.287,15 m³/s.

Kenaikan drastis inilah yang mendasari keputusan manajemen untuk tetap membuka pintu pelimpah guna menghindari risiko luapan yang lebih besar.

Mengingat total buangan air (gabungan turbin dan pintu pelimpah) masih cukup besar, pihak PLTA memberikan peringatan khusus bagi masyarakat yang beraktivitas di sepanjang aliran Sungai Kampar.

"Kami mengimbau masyarakat di wilayah hilir untuk tetap waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di sungai. Pantau terus informasi resmi dari kami untuk melihat dinamika elevasi waduk," tambah Dhani.

Pihak manajemen memastikan pemantauan akan dilakukan secara intensif selama 24 jam untuk menyesuaikan pola pembukaan pintu air dengan kondisi cuaca di area tangkapan air. (Mail Has)

Terkini