Ragam Zapin Riau, Warisan Budaya yang Siap Menjadi Daya Ungkit Pariwisata Lokal

Minggu, 11 Januari 2026 | 02:23:00 WIB
Ragam Tari Zapin di Riau

SEBALIK.COM, PEKANBARU – Kekayaan ragam Tari Zapin di Riau, mulai dari Zapin Meskom Bengkalis hingga Zapin Api Rupat, menyimpan potensi besar sebagai atraksi pariwisata berbasis kearifan lokal. Setiap varian zapin hadir dengan cerita, filosofi, dan daya tarik yang berbeda bagi wisatawan.

Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Datuk Seri H Raja Marjohan Yusuf, menilai Zapin memiliki peran strategis ganda. Selain menjaga marwah budaya Melayu, zapin juga dapat menjadi motor penggerak promosi pariwisata daerah.

“Zapin tidak hanya penting dari sisi pelestarian budaya, tetapi juga sangat potensial dikembangkan sebagai atraksi pariwisata. Ciri khas gerak dan iramanya memiliki daya tarik yang kuat,” ujar Raja Marjohan di Pekanbaru, Jumat (9/1/2026).

Menurutnya, Riau sejak lama menjadi rumah bagi beragam jenis zapin, seperti Zapin Siak, Zapin Lancang Kuning, Zapin Kipas, Zapin Api, hingga varian-varian lain yang tumbuh dan hidup di tengah masyarakat. Keberagaman ini menunjukkan bahwa zapin bukan sekadar satu tarian, melainkan sebuah tradisi kaya ekspresi budaya.

“Setiap zapin punya ciri gerak, irama, dan makna tersendiri. Inilah nilai jualnya. Kalau ada pagelaran zapin, wisatawan bisa datang langsung ke Bengkalis, Siak, atau Pekanbaru,” jelasnya.

Ia menambahkan, banyak gerakan zapin terinspirasi dari alam, seperti ombak laut dan hembusan angin, yang mencerminkan hubungan harmonis manusia dengan lingkungannya. Nilai filosofis tersebut menjadikan zapin bukan hanya indah dipandang, tetapi juga sarat pesan moral.

“Melalui zapin, masyarakat diajak memahami pentingnya hidup selaras dengan alam dan menjaga keseimbangan antara manusia, budaya, dan lingkungan,” terangnya.

Salah satu contoh konkret pengembangan zapin sebagai atraksi wisata adalah Zapin Api di kawasan Pantai Rupat, yang kerap digelar pada malam hari. Pertunjukan ini menghadirkan suasana magis dengan perpaduan seni, tradisi, dan keunikan lokal.

“Zapin Api di Pantai Rupat itu atraksi yang unik dan sangat layak dipromosikan secara luas,” ungkapnya.

Ia mendorong penguatan promosi melalui konten digital dan produksi film dokumenter agar zapin semakin dikenal luas. Menurutnya, visualisasi yang menarik dapat memancing rasa penasaran wisatawan untuk datang langsung ke lokasi.

“Kalau setiap penampilan zapin dibuatkan film atau konten, orang akan melihat, tertarik, lalu datang langsung ke Pantai Rupat atau daerah lainnya,” ujarnya.

Dengan pengemasan yang tepat, zapin tidak lagi sekadar tampil di acara seremonial, tetapi dapat menjadi bagian dari paket wisata budaya. Wisatawan pun tidak hanya menonton, melainkan ikut merasakan pengalaman budaya yang autentik.

Bagi LAM Riau, langkah ini sejalan dengan upaya pelestarian budaya sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat. Keterlibatan seniman lokal, sanggar tari, hingga pelaku UMKM diyakini mampu menciptakan dampak ekonomi nyata.

“Ketika zapin menjadi tontonan yang bernilai dan bermakna, maka promosi pariwisata daerah pun berjalan dengan sendirinya,” pungkas Raja Marjohan. (*)

Terkini