SEBALIK.COM, PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus berupaya mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah kota. Penanganan banjir menjadi salah satu prioritas utama Pemko pada tahun 2026, dengan langkah-langkah strategis yang melibatkan berbagai pihak.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyebut bahwa penyelesaian masalah banjir membutuhkan koordinasi lintas pihak, termasuk pemerintah pusat, provinsi, masyarakat, dan institusi pendidikan. Salah satu upaya konkret adalah kerja sama dengan Universitas Riau (Unri) untuk memanfaatkan 10 danau di wilayah kota sebagai embung penampung air dari kawasan Simpang Tobek Gudang dan Bangau Sakti.
Selain itu, Pemko juga melibatkan badan usaha, termasuk Rumah Sakit Awal Bross Sudirman, untuk membantu penanganan banjir melalui pembangunan sumur resapan berkapasitas besar. Hal ini bertujuan agar air limpasan dari kawasan sekitar bisa tertampung terlebih dahulu sebelum mengalir ke Jalan Sudirman.
Langkah lainnya adalah normalisasi sungai, parit, dan anak sungai yang rutin dilakukan. Parit Belanda di Kecamatan Rumbai, yang sering terdampak banjir, kini tengah dinormalisasi. Wali kota menyebut, kegiatan ini juga melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk pengecekan dan pembersihan saluran air secara berkala.
Dengan strategi yang menggabungkan normalisasi, kolaborasi lintas institusi, dan keterlibatan masyarakat, Pemko Pekanbaru berharap dapat menekan risiko banjir serta meningkatkan kualitas hidup warga di kawasan terdampak. (*)