Elevasi Air Menurun, Manajemen PLTA Koto Panjang Tetap Siaga Pantau Aliran Sungai Kampar

Selasa, 06 Januari 2026 | 11:12:27 WIB

SEBALIK.COM , KAMPAR – Manajemen PLTA Koto Panjang terus memantau ketat dinamika ketinggian air di waduk raksasa Kabupaten Kampar. Berdasarkan data terbaru pada Selasa (6/1/2026) pukul 07.00 WIB, tercatat adanya tren penurunan elevasi air yang menjadi sinyal positif dalam pengendalian risiko banjir di area hilir.

Data teknis menunjukkan elevasi waduk saat ini berada di angka 80.54 meter di atas permukaan laut (mdpl). Angka ini mengalami penurunan tipis dibandingkan hari sebelumnya yang berada di level 80.67 mdpl.

Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, merincikan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh selisih antara air yang masuk (inflow) dan air yang keluar (outflow). Inflow 161.49 $m^3/s$ sementara Outflow 328.40 $m^3/s$.

Penurunan elevasi ini merupakan hasil dari langkah antisipatif atau early release yang telah dilakukan sejak 30 Desember 2025 lalu. Saat itu, manajemen memutuskan membuka dua pintu pelimpah (spillway gate) setinggi 50 cm untuk mengimbangi terbatasnya kapasitas turbin.

"Langkah early release diambil sebagai upaya pengendalian elevasi waduk, mengingat saat ini PLTA Koto Panjang hanya mengoperasikan dua unit pembangkit. Hal ini membuat kapasitas buangan air melalui turbin belum maksimal," jelas Dhani Irwansyah.

Dengan dibukanya pintu pelimpah, total debit air yang dibuang ke aliran Sungai Kampar mencapai sekitar 134 $m^3/s$ melalui spillway, ditambah buangan rutin melalui turbin pembangkit.

Meski tren elevasi menunjukkan penurunan, pihak manajemen tidak ingin lengah. Masyarakat yang beraktivitas di sepanjang bantaran Sungai Kampar diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.

Manajemen PLTA Koto Panjang menegaskan akan terus melaporkan perkembangan kondisi waduk secara berkala guna memastikan keamanan operasional bendungan sekaligus keselamatan warga di wilayah hilir. (Mail Has)

Terkini