Pemprov Riau Siapkan Pembebasan Lahan Flyover Garuda Sakti, Simpang SKA Akan Ditata Tanpa Lampu Merah

Senin, 05 Januari 2026 | 20:29:00 WIB

SEBALIK.COM, PEKANBARU — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menegaskan komitmennya untuk melanjutkan sejumlah proyek infrastruktur strategis pada tahun 2026. Fokus utama pembangunan tersebut diarahkan untuk mengurai kemacetan lalu lintas dan meningkatkan konektivitas antarwilayah di Provinsi Riau.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan salah satu agenda prioritas yang segera dilaksanakan adalah pembebasan lahan pembangunan flyover di Jalan Garuda Sakti, yang selama ini dikenal sebagai titik kemacetan kronis di Kota Pekanbaru.

“Untuk tahun ini, agenda utama kita adalah pembebasan lahan flyover di Jalan Garuda Sakti. Pembangunan fisiknya akan ditangani oleh Pemerintah Pusat, sementara Pemprov Riau bertanggung jawab menyelesaikan pembebasan lahannya,” ujar SF Hariyanto saat ditemui di Kantor Gubernur Riau, Senin (5/1/2026).

Ia menjelaskan, proyek flyover tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Pemerintah Pusat sehingga pelaksanaannya menjadi tanggung jawab bersama antara pusat dan daerah. Pemprov Riau menargetkan proses pembebasan lahan dapat dimulai tahun ini.

Jalan HR Soebrantas Jadi Prioritas

Selain proyek flyover Garuda Sakti, Pemprov Riau juga menetapkan Jalan HR Soebrantas sebagai ruas jalan prioritas untuk penanganan kemacetan. Jalan tersebut memiliki peran strategis sebagai jalur lintas regional yang menghubungkan Riau dengan Sumatera Barat, Indragiri Hulu, hingga Dumai.

“Saya sudah instruksikan Kepala Dinas PUPR agar Jalan HR Soebrantas menjadi skala prioritas. Jalur ini sangat vital dan volumenya terus meningkat,” jelasnya.

Menurut SF Hariyanto, tanpa pelebaran atau peningkatan kapasitas jalan, kemacetan parah di kawasan tersebut tidak dapat dihindari seiring pertumbuhan jumlah kendaraan dari tahun ke tahun.

Simpang SKA Ditata Ulang Tanpa Lampu Merah

Pemprov Riau juga akan melakukan penataan ulang Simpang Soekarno-Hatta–Tuanku Tambusai (Simpang SKA) yang selama ini menjadi salah satu titik kemacetan terparah di Pekanbaru. Plt Gubernur menilai, keberadaan flyover di kawasan tersebut belum sepenuhnya efektif dalam mengurai arus lalu lintas.

“Ke depan, Simpang SKA tidak lagi menggunakan lampu merah. Seharusnya flyover bisa memecah kemacetan, namun faktanya masih belum optimal,” ujarnya.

Sebagai solusi, Pemprov Riau akan memperbaiki manajemen lalu lintas di kawasan tersebut. Kendaraan dari Jalan Nangka menuju Jalan Riau akan diarahkan untuk memutar di U-Turn dekat Kampus Muhammadiyah atau menggunakan jalur flyover.

“Insyaallah tahun ini, jalur di bawah flyover dari Jalan Nangka ke Jalan SM Amin akan kita tutup total dan tidak lagi menggunakan lampu merah,” pungkas SF Hariyanto. (*)

Terkini