Optimalkan Pendapatan Daerah, Pemprov Riau Siap Bentuk Tim PPNS untuk Kejar Objek Pajak Potensial

Senin, 05 Januari 2026 | 14:21:00 WIB
Ilustrasi

SEBALIK.COM, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berencana membentuk sekaligus menambah Tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan penerimaan pajak daerah. Tim ini nantinya akan difokuskan untuk menyasar berbagai objek pajak yang selama ini dinilai belum tergarap secara maksimal.

Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, saat memimpin Apel Pagi Perdana Tahun 2026 bersama seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Riau, yang digelar di Lapangan Kantor Gubernur Riau, Senin (5/1/2026).

Dalam arahannya, Plt Gubri menegaskan bahwa Provinsi Riau memiliki banyak potensi pajak yang seharusnya dapat menjadi sumber pendapatan daerah. Namun, keterbatasan kewenangan penyidikan menjadi salah satu kendala utama dalam pengelolaannya.

“Kita punya banyak objek pajak, tetapi kita tidak bisa menyidik karena PPNS-nya tidak ada. Ini yang harus segera kita benahi,” tegas SF Hariyanto.

Ia meyakini, apabila penerimaan pajak dapat dikelola secara optimal dan didukung dengan perangkat hukum yang memadai, maka pendapatan daerah Riau, khususnya dari sektor pajak, akan mengalami peningkatan signifikan.

Untuk itu, SF Hariyanto meminta Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, agar segera menyiapkan langkah konkret, termasuk melatih dan mendidik PNS agar memiliki kewenangan sebagai PPNS. Dengan terbentuknya tim tersebut, Pemprov Riau diharapkan mampu melakukan pengawasan dan penindakan terhadap objek-objek pajak yang belum memberikan kontribusi maksimal.

“Kita kekurangan PPNS. Padahal tim ini bisa digunakan di berbagai bidang. Misalnya, menyasar barang atau aset tertentu, termasuk yang sebelumnya digunakan oleh mantan pejabat dan berpotensi menjadi objek pajak,” jelasnya.

Selain membahas penguatan pendapatan daerah, Plt Gubri juga menekankan pentingnya peningkatan kinerja, etos kerja, dan kualitas pelayanan publik di kalangan ASN pada tahun 2026. Ia mengakui bahwa tahun 2025 merupakan periode yang cukup berat bagi Pemprov Riau, terutama dalam penyelesaian persoalan tunda bayar.

“Kita evaluasi bersama, memang tahun 2025 sangat berat. Kinerja dan fokus kita belum maksimal, termasuk dalam penyelesaian tunda bayar. Namun kita sudah berupaya semaksimal mungkin. Mudah-mudahan di tahun 2026 ini kita bisa bekerja lebih baik lagi,” ujarnya.

Menutup arahannya, SF Hariyanto mengajak seluruh ASN untuk menjaga kekompakan, kebersamaan, dan semangat kerja, agar berbagai target pembangunan dan pemulihan keuangan daerah dapat tercapai secara bertahap.

“Mari kita jaga kekompakan dan bekerja lebih baik lagi demi Riau yang lebih maju,” pungkasnya. (*)

Terkini