Festival Banjari dan Habsyi Se-Provinsi Riau Meriahkan Peringatan Isra Mi’raj di Indragiri Hilir

Senin, 05 Januari 2026 | 13:35:54 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Inhil, Tantawi Jauhari hadiri Festival Banjari dan Habsyi Se-Provinsi Riau

SEBALIK.COM, INHIL – Festival Banjari dan Habsyi Se-Provinsi Riau yang dirangkaikan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW berlangsung khidmat dan semarak di Kabupaten Indragiri Hilir. Kegiatan bernuansa religius ini dihadiri Bupati Indragiri Hilir Herman yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Inhil, Tantawi Jauhari, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian seni Islami dan penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Festival yang digelar sejak 1 Januari 2026 tersebut berjalan tertib, lancar, dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Antusiasme terlihat dari jumlah peserta yang mencapai sekitar 600 orang, berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, santri, remaja masjid, hingga perwakilan dari luar daerah seperti Kabupaten Kampar serta Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, Sekda Tantawi Jauhari menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas terselenggaranya festival ini. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang ekspresi seni Islami yang mampu menyatukan masyarakat lintas usia dan daerah.

“Festival Banjari dan Habsyi ini membuktikan bahwa seni Islami mampu menembus batas wilayah, mempererat kebersamaan, serta menyatukan keindahan dalam keberagaman budaya dan tradisi Islam,” ujar Tantawi.

Ia menegaskan bahwa seni Banjari dan Habsyi memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Selain menumbuhkan kreativitas, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman yang luhur.

“Ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah pembinaan, pengembangan potensi diri, dan media dakwah yang sejuk serta membangun,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir berharap festival semacam ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat memberikan dampak nyata dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Seni Banjari dan Habsyi diharapkan terus dilestarikan sebagai warisan budaya Islam yang sarat makna, sekaligus menjadi bagian dari identitas religius daerah.

Selain memperkaya khazanah seni Islami, festival ini juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, berbagi pengalaman, serta membangun persahabatan antarpeserta dan masyarakat dari berbagai daerah di Provinsi Riau dan sekitarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Tantawi Jauhari juga mengajak seluruh hadirin untuk merenungi makna Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Ia mengingatkan bahwa peristiwa agung tersebut mengandung pesan mendalam tentang pentingnya shalat sebagai tiang agama dan fondasi moral umat Islam.

“Melalui Isra Mi’raj, Rasulullah SAW menerima perintah shalat lima waktu secara langsung dari Allah SWT. Ini menjadi pengingat bagi kita semua agar senantiasa menjaga shalat sebagai pedoman hidup dan sumber kekuatan spiritual,” ungkapnya.

Dengan semangat kebersamaan, religiusitas, dan pelestarian budaya Islam, Festival Banjari dan Habsyi Se-Provinsi Riau di Indragiri Hilir diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin yang memberi manfaat luas bagi masyarakat. (*)

Terkini