Tekan Stunting, Ketua TP PKK Inhil Gencarkan Program GINTAS melalui Kasih Terdahsat

Jumat, 02 Januari 2026 | 15:35:00 WIB
GINTAS merupakan strategi daerah sebagai respon terhadap tingginya prevalensi stunting di Kabupaten Inhil

SEBALIK.COM, INDRAGIRI HILIR — Upaya menekan angka stunting terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui inovasi Gerakan Inhil Atasi Stunting (GINTAS).

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Inhil, Katerina Susanti Herman, melakukan ekspose program tersebut di Kantor Desa Sungai Luar, Kecamatan Batang Tuaka, Jumat (2/1/2026) pagi.

Dalam paparannya, Katerina Susanti yang akrab disapa Bunda Santi menjelaskan bahwa GINTAS merupakan strategi daerah sebagai respon terhadap tingginya prevalensi stunting di Kabupaten Inhil, yang saat ini masih berada pada posisi tertinggi di Provinsi Riau.

Untuk itu, ia menegaskan perlunya kolaborasi dan keterlibatan semua pihak dalam menekan angka stunting, salah satunya melalui program unggulan GINTAS, yakni Kasih Terdahsat (Kita Amalkan Sedekah Dua Telur Setiap Jumat).

“Melalui program Kasih Terdahsat, ASN, masyarakat, serta para pemangku kepentingan dapat menyumbangkan telur yang kemudian disalurkan kepada baduta, balita stunting, serta keluarga berisiko stunting. Telur dipilih karena merupakan sumber protein hewani dengan nilai gizi tinggi, harganya terjangkau, dan mudah diperoleh,” ujar Katerina Susanti.

Ia menyebutkan, program yang telah berjalan tersebut mulai menunjukkan dampak positif, khususnya di Kecamatan Batang Tuaka. Berdasarkan data hingga Desember 2025, jumlah anak stunting di kecamatan tersebut mengalami penurunan signifikan.

“Alhamdulillah, di Batang Tuaka angka stunting turun dari 192 anak menjadi 96 anak. Mudah-mudahan manfaat GINTAS melalui Kasih Terdahsat ini dapat dirasakan di seluruh kecamatan yang ada di Inhil,” harapnya.

Selain pemenuhan gizi, Bunda Santi juga menekankan pentingnya perbaikan sanitasi sebagai faktor pendukung utama dalam pencegahan stunting. Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Inhil masih kekurangan sekitar 475 unit jamban sehat.

“Karena itu, kita tidak bisa hanya menunggu intervensi dari dinas terkait. Perlu adanya swadaya masyarakat, salah satunya melalui pengaktifan arisan jamban, agar rumah tangga yang belum memiliki jamban layak bisa terbantu,” tambahnya.

Seluruh upaya tersebut, baik melalui peningkatan asupan gizi maupun perubahan perilaku hidup bersih dan sehat, diharapkan mampu mewujudkan target penurunan angka stunting Inhil hingga di bawah 10 persen. (*)

Terkini