Kemenag Salurkan Bantuan Rp10,2 Miliar untuk Penyintas Banjir di Sumatera Barat

Rabu, 31 Desember 2025 | 03:23:00 WIB
Inspektur Jenderal Kementerian Agama Khairunas menyerahkan bantuan untuk korban bencana di Sumatera Barat, didampingi Tim Kemenag Peduli, sebagai wujud kehadiran negara dan solidaritas Kementerian Agama kepada ASN serta masyarakat terdampak.

SEBALIK.COM, PADANG – Kementerian Agama menyerahkan bantuan bagi korban bencana alam di Sumatera Barat senilai total Rp10,225 miliar. Bantuan diserahkan langsung oleh Inspektur Jenderal Kementerian Agama, Khairunas, didampingi tim Kemenag Peduli, kepada Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sumatera Barat dan UIN Imam Bonjol Padang, Selasa (30/12/2025).

Khairunas menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud kehadiran negara dan solidaritas ASN Kementerian Agama terhadap masyarakat serta pegawai kementerian yang terdampak banjir. “Atas penugasan langsung Menteri Agama, saya hadir di Sumatera Barat untuk menyerahkan bantuan sekaligus memastikan negara hadir bagi ASN dan masyarakat terdampak,” ujarnya.

Selain bantuan umum, Irjen Khairunas juga menyalurkan bantuan khusus kepada dua pondok pesantren, yakni Pondok Pesantren Harakatul Qur’an dan Pondok Pesantren MTI Batang Kabung, masing-masing sebesar Rp100 juta. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung pemulihan layanan pendidikan dan keagamaan, serta membantu ASN Kemenag terdampak bencana, termasuk guru madrasah, penyuluh agama, dan mahasiswa.

Total bantuan yang disalurkan melalui APBN mencapai Rp8,16 miliar untuk rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan serta layanan keagamaan. Sementara program Kemenag Peduli menyalurkan bantuan senilai Rp2,065 miliar, yang meliputi transfer langsung Rp400 juta, pengurangan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang senilai Rp1 miliar, pembersihan ruang belajar terdampak bencana sebesar Rp500 juta, serta bantuan untuk 33 ASN terdampak masing-masing Rp5 juta.

Khairunas menekankan bahwa penanganan bencana tidak boleh berhenti pada empati, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata. “Dalam situasi bencana, keselamatan manusia dan keberlangsungan pelayanan publik menjadi prioritas. ASN Kemenag tidak boleh menghadapi musibah sendirian,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan alam melalui penguatan ekoteologi, seperti menjaga sungai, menanam pohon, dan merawat lingkungan. Menurutnya, kepedulian Kemenag tidak hanya dalam bentuk bantuan material, tetapi juga ikhtiar jangka panjang agar alam bersahabat dengan manusia.

“Duka umat adalah duka Kementerian Agama. Karena itu, negara harus hadir, tidak hanya melalui doa, tetapi juga tindakan nyata dan berkelanjutan,” pungkas Khairunas. (*)

Terkini