Jaringan Kader Muda NU se- Indonesia Minta PBNU Ishlah

Minggu, 30 November 2025 | 13:28:29 WIB
Jaringan Kader Muda NU, H Purwaji.

SEBALIK.COM, JAKARTA - Situasi internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang dikabarkan semakin memanas telah memicu keprihatinan mendalam dari akar rumput.

Satu kelompok gerakan yang menyebut Jaringan Kader Muda NU se-Indonesia yang dipimpin oleh H Purwaji, secara terbuka menyerukan agar Rois Aam dan Ketua Umum PBNU segera menempuh jalan damai atau ishlah, Ahad (30/11/2025).

Permohonan mendesak ini disampaikan Purwaji kepada media di Jakarta. Ia menegaskan bahwa konflik dan potensi perpecahan di tubuh organisasi Islam terbesar di dunia ini dapat membawa kerugian besar bagi bangsa dan negara.

"Saat ini semua warga NU baik kultural dan struktural sampai ke level ranting prihatin, sedih, dan menyayangkan terjadinya gejolak di PBNU," ujar Purwaji.

Purwaji menyampaikan keprihatinan seluruh warga NU, baik kultural maupun struktural, yang sedih melihat gejolak di tingkat elite.

"Kami yakin dan percaya bahwa kader muda NU maupun warga NU senantiasa meneladani seluruh daunya poro kiyai, ulama-ulama pesantren sebagai contoh akhlakul karimah, untuk itu kami memohon agar semua ini dihentikan, malu kita," ujarnya.

Kelompok Kader Muda NU ini memohon agar PBNU segera mengakhiri keributan dan kembali fokus pada tugas utamanya melayani umat, bangsa, dan negara.

"Kita semua memohon dengan kerendahan hati kepada pemimpin kami Rois Aam dan Ketua Umum PBNU dengarlah suara kami akar rumput Nahdliyin ini. Kami mohon segera menempuh jalan ishlah. Sudah cukup, keributan ini harus diakhiri," tegas Purwaji.

Menurut Purwaji dunia mengakui bahwa NU adalah jangkar utama kekuatan Islam Indonesia. Untuk itu, kekuatan PBNU jangan sampai tersedot hanya untuk urusan konflik internal yang berkepanjangan.

Purwaji mengingatkan kepada para pemimpin NU untuk tidak tunduk pada Pembisik. Mereka yang terang terangan tidak menghendaki ishlah berarti menginginkan perpecahan di tubuh NU. 

"Mereka para Pembisik itu hanya mau NU ini pecah dan dipermalukan. Mohon poro pimpinan kami jangan mau tunduk dengan agenda agenda Pembisik itu," tutupnya. (Mail Has)

Terkini