Status Siaga Karhutla Segara Dicabut, Riau Bersiap Hadapi Bencana Banjir

Jumat, 28 November 2025 | 13:29:50 WIB

SEBALIK.COM , PEKANBARU - Pemprov Riau akan mencabut status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Ahad (30/11/2025). 

“Selanjutnya Riau bersiap menghadapi bencana banjir. Karena intensitas hujan mulai meningkat," ujar Kalaksa BPBD dan Damkar Provinsi Riau, M Edy Afrizal, Jumat (28/11/2025).

Edy menjelaskan bahwa penanganan karhutla di Riau sudah dapat dikendalikan jauh sebelum masa siaga darurat berakhir. Dari hasil pemantauan terbaru, tidak ditemukan lagi kejadian karhutla.

Namun, ia mengingatkan bahwa meskipun frekuensi hujan meningkat, intensitasnya masih tergolong ringan hingga sedang. Kondisi ini membuat potensi kebakaran tetap ada secara teoritis.

Setelah ancaman karhutla mereda, Pemprov Riau melalui BPBD dan Damkar mulai mengalihkan perhatian pada potensi bencana hidrometeorologi lain. Memasuki musim hujan, sejumlah wilayah di Riau diketahui rawan banjir dan longsor.

Sebagai upaya mitigasi, BPBD Riau mulai menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, termasuk peralatan dan logistik di lokasi-lokasi yang telah dipetakan sebagai titik rawan.

Edy menambahkan, pihaknya sedang memastikan seluruh perlengkapan penanganan darurat berada dalam kondisi siap pakai.

Ia meminta pemerintah kabupaten/kota segera menetapkan status siaga banjir di daerah yang memiliki potensi ancaman tinggi.

"Kita imbau kabupaten/kota, mana daerahnya yang berpotensi bencana banjir agar segera menetapkan siaga banjir," ujarnya.

Penetapan status ini menjadi langkah penting agar pemerintah provinsi dapat menindaklanjuti penetapan siaga banjir di tingkat yang lebih luas.

Ia menegaskan bahwa koordinasi akan berjalan lebih cepat dan terarah jika penetapan status dilakukan terlebih dahulu di tingkat daerah.

"Sehingga kalau kabupaten kota sudah menetapkan, kita segera menindaklanjuti dengan menetapkan status yang sama," imbuhnya.

Hingga saat ini, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) merupakan daerah pertama yang secara resmi menetapkan status siaga banjir.

Riau Terdampak Siklon Tropis Senyar

BMKG Pekanbaru sudah mengeluarkan peringatan dini terkait pengaruh Siklon Tropis Senyar terhadap dinamika cuaca di Provinsi Riau.

Fenomena ini berkontribusi pada perubahan pola angin dan peningkatan potensi hujan dalam beberapa hari ke depan.

BMKG menjelaskan bahwa keberadaan siklon tersebut memicu pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah, sehingga masyarakat diminta mewaspadai kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem.

Dampaknya dapat berupa hujan dengan intensitas bervariasi, disertai angin kencang di beberapa titik.

Selain Siklon Tropis Senyar, BMKG juga tengah memantau pergerakan Siklon Tropis Koto.

Siklon ini memberikan pengaruh lebih luas, terutama pada wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Kepulauan Riau yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.

Tidak hanya membawa hujan, keberadaan dua siklon tropis tersebut turut meningkatkan tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan Indonesia.

BMKG mengimbau aktivitas pelayaran dan nelayan agar lebih berhati-hati terhadap potensi gelombang tinggi. (*)

Terkini