Wali Kota Agung Luruskan Polemik Perusakan Drainase Letkol Hasan Basri

Sabtu, 22 November 2025 | 19:15:00 WIB
Wali Kota Pekanbaru H. Agung Nugroho, SE MM

SEBALIK.COM, PEKANBARU — Wali Kota Pekanbaru H. Agung Nugroho, SE MM, memberikan klarifikasi resmi terkait polemik perusakan drainase di Jalan Letkol Hasan Basri oleh kontraktor pelaksana, yang sempat menjadi perhatian publik dan memunculkan kembali isu tunda bayar di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.

Menurut Wali Kota Agung, persoalan tersebut bermula dari utang pekerjaan yang tersisa dari pemerintahan sebelumnya pada rentang tahun 2023–2024, jauh sebelum dirinya bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar dilantik.

“Yang tidak membayarkan pekerjaan itu bukan kami. Namun karena utang tersebut merupakan tanggung jawab Pemko sebagai lembaga, maka tetap kami bayarkan,” tegas Agung, Jumat (21/11/2025).

Ia menjelaskan, total utang pekerjaan yang diwariskan mencapai Rp467 miliar.
“Alhamdulillah, dari hampir Rp500 miliar utang yang ditinggalkan 2023–2024, kami sudah lunasi hingga tersisa Rp90-an miliar,” ujarnya.

Karenanya, ia membantah anggapan bahwa pemerintah saat ini tidak membayar upah pihak pelaksana.

“Kalau ada yang bilang kami tidak bayar, di mana letak tidak bayarnya?” tambahnya.

Agung menegaskan bahwa dirinya dan Markarius justru mengambil langkah berani untuk melunasi tunda bayar tersebut, meski harus melalui prosedur administrasi yang ketat seperti audit dan penelaahan berkas.

“Tidak bisa asal bayar tanpa mematuhi mekanisme yang diatur undang-undang,” kata Agung.

Terkait pembongkaran drainase oleh kontraktor, Agung menjelaskan bahwa proyek itu termasuk dalam daftar pekerjaan tunda bayar dari tahun sebelumnya. Situasi tersebut, menurutnya, menyebabkan kontraktor mengambil langkah yang kemudian menjadi sorotan publik.

Ia memastikan bahwa dinas teknis telah melakukan penanganan bersama pihak kontraktor untuk menyelesaikan persoalan di lapangan.

Di akhir penyampaiannya, Wali Kota Agung mengajak masyarakat untuk menyikapi persoalan ini dengan melihat data secara objektif dan tidak terpengaruh rumor.

“Silakan cek faktual, jangan berdasarkan katanya. InsyaAllah, hal ini tidak akan membuat kami lelah untuk terus berbuat bagi masyarakat Pekanbaru,” tutupnya. (*)

Terkini