Universitas Abdurrab Perkuat Layanan Disabilitas melalui Benchmarking ke UNP dan UNAND

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:30:00 WIB

SEBALIK.COM, PADANG -- Universitas Abdurrab melakukan benchmarking pengelolaan Unit Layanan Disabilitas (ULD) ke Universitas Negeri Padang (UNP) dan Universitas Andalas (UNAND), Kamis- Sabtu (13-15/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Abdurrab dalam memperkuat tata kelola layanan pendidikan yang inklusif, ramah disabilitas, dan berorientasi pada pemenuhan hak seluruh sivitas akademika.

Rombongan Universitas Abdurrab dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Abdurrab Prof. Susi Endrini, S.Si, M.Sc, PhD didampingi Wakil Rektor I Apt. Isna Wardaniasti, M.Farm, Wakil Rektor II Liza Trisnawati, M.Kom, serta Tim ULD Universitas Abdurrab yang diketuai Bdn. Dewi Sartika Siagian, SST., M.Keb.

Belajar dari Praktik Baik UNP
Kunjungan pertama dilaksanakan di Universitas Negeri Padang (UNP). Rombongan Universitas Abdurrab disambut langsung oleh Rektor UNP Dr. Ir. Krismadinata, S.T., M.T., bersama Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Refnaldi, S.Pd., M.Litt., serta  Dr. Rahmahtrisilvia, M.Pd Ketua dan Tim Unit Layanan Disabilitas UNP.

Rektor Universitas Abdurrab Prof. Susi Endrini mengatakan, benchmarking dilakukan bukan sekadar untuk melihat praktik yang telah berjalan di perguruan tinggi lain, tetapi merupakan langkah strategis untuk memperkuat ULD Universitas Abdurrab.

“Kami ingin memastikan bahwa ULD Universitas Abdurrab tidak hanya hadir secara kelembagaan, tetapi benar-benar mampu memberikan layanan yang dibutuhkan mahasiswa dan sivitas akademika penyandang disabilitas. Karena itu, kami belajar dari perguruan tinggi yang telah memiliki pengalaman dan praktik baik dalam penyelenggaraan layanan disabilitas,” ujar Prof. Susi.

Menurutnya, perguruan tinggi harus menjadi ruang pendidikan yang dapat diakses seluruh mahasiswa tanpa diskriminasi.

“Inklusivitas merupakan bagian dari komitmen Universitas Abdurrab. Setiap mahasiswa memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan, berkembang, dan berprestasi. ULD harus menjadi bagian penting dalam mewujudkan komitmen tersebut,” tambahnya.

Ketua ULD Universitas Abdurrab Bdn. Dewi Sartika Siagian, M.Keb, menilai kerja sama dan pertukaran pengalaman dengan UNP dan UNAND akan memberikan penguatan terhadap pengembangan sistem layanan ULD di Universitas Abdurrab.

“Kami berharap benchmarking ini menghasilkan pembelajaran yang konkret, mulai dari tata kelola, pendampingan mahasiswa, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pengembangan jejaring kerja sama. Praktik baik yang kami peroleh akan menjadi bahan evaluasi dan pengembangan ULD Universitas Abdurrab,” ungkap Isna.

Lebih lanjut wanita yang akrab di pangggil Dewi ini menuturkan bahwa penguatan ULD membutuhkan dukungan kelembagaan, sarana prasarana, teknologi, serta sistem pelayanan yang terintegrasi. “Layanan disabilitas tidak dapat berdiri sendiri. Diperlukan dukungan kelembagaan, infrastruktur yang aksesibel, teknologi, serta sistem pelayanan yang terintegrasi. Karena itu, benchmarking seperti ini sangat penting untuk melihat standar dan praktik yang dapat kita adaptasi di Universitas Abdurrab,” jelas Liza.

Universitas Abdurrab dan UNP Tandatangani MoU
Kunjungan ke UNP juga dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Abdurrab dan Universitas Negeri Padang.

Penandatanganan MoU tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan kelembagaan kedua perguruan tinggi. Kerja sama diharapkan dapat dikembangkan dalam berbagai bidang, antara lain pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan layanan pendidikan inklusif dan disabilitas.

Rektor UNP Dr. Ir. Krismadinata, S.T., M.T., menyambut baik kunjungan Universitas Abdurrab dan berharap kerja sama yang dibangun dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi.

“Kerja sama perguruan tinggi harus memberikan manfaat nyata dan dapat dikembangkan dalam berbagai bidang. Melalui pertukaran pengalaman dan pengetahuan, kita dapat bersama-sama memperkuat kualitas pendidikan serta membangun lingkungan perguruan tinggi yang semakin inklusif,” ujar Krismadinata.

Lanjutkan Benchmarking ke Universitas Andalas
Setelah melaksanakan kegiatan di UNP, rombongan Universitas Abdurrab melanjutkan kunjungan ke Universitas Andalas (UNAND). Di UNAND, rombongan disambut oleh Wakil Rektor I Universitas Andalas Prof. Dr. Syukri Arief, M.Eng., bersama jajaran Tim Unit Layanan Disabilitas UNAND.

Pertemuan di UNAND difokuskan pada pertukaran informasi dan pengalaman mengenai pengelolaan ULD, mekanisme layanan mahasiswa penyandang disabilitas, pendampingan akademik dan nonakademik, serta strategi pengembangan kampus yang inklusif.

Wakil Rektor I Universitas Andalas Prof. Dr. Syukri Arief, M.Eng., menyambut positif kegiatan benchmarking yang dilakukan Universitas Abdurrab.

“Pengembangan layanan disabilitas membutuhkan komitmen bersama dan kolaborasi antarlembaga. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap mahasiswa memperoleh kesempatan yang setara dalam mengakses pendidikan dan mengembangkan potensinya,” kata Syukri.

Ketua ULD Universitas Abdurrab Bdn. Dewi Sartika Siagian, M.Keb, mengatakan bahwa kunjungan ke UNP dan UNAND memberikan banyak masukan bagi tim dalam mengembangkan ULD Universitas Abdurrab.

“Kami mendapatkan banyak pembelajaran dari ULD UNP dan UNAND. Mulai dari bagaimana membangun sistem layanan, melakukan identifikasi kebutuhan mahasiswa, menyediakan pendampingan, hingga membangun jejaring dengan berbagai pihak. Semua ini menjadi referensi penting bagi kami dalam menyusun dan memperkuat program kerja ULD Universitas Abdurrab,” katanya.

Menurut Dewi, ULD harus diarahkan menjadi pusat layanan yang responsif dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas.

“Harapan kami, ULD Universitas Abdurrab dapat menjadi unit yang benar-benar hadir untuk mahasiswa. Bukan hanya memberikan layanan ketika ada persoalan, tetapi juga membangun sistem pencegahan, pendampingan, edukasi, dan menciptakan budaya kampus yang semakin inklusif,” ujarnya.

Menuju Kampus yang Inklusif
Kegiatan benchmarking ULD ke UNP dan UNAND menjadi bagian dari langkah strategis Universitas Abdurrab dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif. Pengalaman dan praktik baik yang diperoleh diharapkan dapat diadaptasi sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik Universitas Abdurrab.

Selain memperkuat tata kelola ULD, kegiatan tersebut juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antarlembaga, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kapasitas pendamping, penyediaan layanan yang aksesibel, serta pengembangan kebijakan pendidikan yang berpihak pada kesetaraan.

Melalui benchmarking dan kerja sama kelembagaan tersebut, Universitas Abdurrab menegaskan komitmennya untuk terus membangun kampus yang inklusif, aksesibel, humanis, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa untuk memperoleh pendidikan berkualitas serta mengembangkan potensi secara optimal. (*)

Terkini