Syuriah NU se-Jatim Kumpul di Lirboyo, Beri Isyarat Dukung Gus Yahya Dua Periode

Kamis, 07 Mei 2026 | 16:56:14 WIB
Ketua Umum PBNU Gus Yahya, Menghadiri Halal bi Halal bersama jajaran Syuriah PCNU se Jawa Timur, Syuriah PWNU Jateng dan DIY yang digelar oleh Ponpes Lirboyo Kediri.

SEBALIK.COM, JAWA TIMUR - Ponpes Lirboyo Kediri menggelar Halal bi Halal bersama jajaran Syuriah PCNU se Jawa Timur, Syuriah PWNU Jateng dan DIY hari Kamis (7/5). Di akhir pertemuan, Kyai kyai NU itu menyuarakan isyarat mendukung Gus Yahya melanjutkan program kerjanya di periode kedua. 

Pertemuan Syuriah PCNU se Jatim yang mayoritas alumni Ponpes Lirboyo itu berlangsung khidmat dihadiri Pengasuh PP Lirboyo dan sekaligus Syuriah PWNU Jawa Timur, KH Anwar Mansyur, Gus Atoilah, Kyai Kafabih Mahrus dan yang lainnya. Sementara dari PBNU hadir Ketua Umum Gus Yahya Cholil Staquf, Lora Said Amin, Kyai Muhib Aman Ali, Gus Yazid, Kyai Muad Thohir dan lain lain. 

Sementara dari PCNU se Jatim, ada 39 Syuriah PCNU se Jatim dan 8 ketua Tanfidziah. Syuriah PWNU Jateng hadir langsung Kyai Ubedilah Sodaqoh dan DIY Kyai Mas'ud Masduki. 

Pertemuan yang berlangsung khidmat dan hangat itu diawali penyampaian persiapan Mukhtamar NU ke 35 oleh Ketua Umum Gus Yahya dan penjelasan atas situasi terkini. 

Dalam kesempatan itu Gus Yahya menegaskan bahwa Mukhtamar NU ke 35 siap digelar dengan komitmen tetap melibatkan kyai kyai sepuh di Mutasyar PBNU dalam setiap pengambilan keputusan terkait Mukhtamar. 

"Sudah sepakat dengan Rais Aam untuk menggelar pleno sebelum Konbes dan Munas. Tapi soal tempat dan tanggal Mukhtamar masih menunggu musyawarah dengan kyai kyai sepuh di Konbes dan Munas," tegas Gus Yahya. 

Sementara itu dari sekian banyak usulan dan dialog yang berkembang, pertemuan para kyai jajarah Syuriah NU itu akhirnya mengeluarkan beberapa rekomendasi yang dibacakan oleh Syuriah PBNU Kyai Muhib Aman Ali asal Pasuruan. 

Dalam pernyataannya kepada media Kyai Muhib menjelaskan forum itu mengeluarkan rekomendasi sebagai berikut: 

Pertama, memohon kepada PBNU untuk segera menggelar Rapat Pleno untuk membahas kesiapan Konbes dan Munas alim ulama NU. 

Kedua Memohon kepada PBNU agar menggelar Mukhtamar yang bermartabat dan bebas politik uang. Dilaksanakan dengan  bersih, transparan, menjunjung tinggi etika dan kepatutan sebagai organisasi para ulama serta berpedoman penuh kepada ADRT dan seluruh peraturan perkumpulan Nahdlatul Ulama.

Ketiga memohon agar dalam pengambilan keputusan dan kebijakan penting dan strategis menuju mukhamar, PBNU hendaknya melibatkan para sesepuh dari unsur mustasar PBNU sebagai bentuk penghormatan terhadap kebijaksanaan ulama sepuh, serta demi menjaga kearifan dalam setiap pengambilan keputusan. 

Keempat, mengingat NU adalah pesantren besar dan pesantren merupakan NU kecil, maka forum memohon agar pelaksanaan Mukhtamar  ke-35 dapat diselenggarakan di lingkungan produk pesantren.

Kelima, mengusulkan agar perlaksanaan Mukhtamar ke 35  dapat diselenggarakan di pondok pesantren Leboyo Kediri yang memiliki sejarah panjang dalam khidmat keilmuan, kaderisasi ulama, serta pengabdian kepada nahdlatul ulama. 

Yang menarik dari pertemuan itu di sesi foto bersama Para Kyai di tengah tengah para Masyayikh Lirboyo meneriakkan "lanjutkan" yang menjadi sinyal kuat bahwa Pesantren paling berpengaruh di kalangan warga NU itu memberikan dukungannya kepada Gus Yahya untuk menuntaskan program kerja "transformasi organisasi" yang sudah dirintis lima tahun lalu. 

Gus Yahya sendiri menanggapi pertanyaan apakah masih mau maju lagi dengan tegas menjawab, " Saya punya hutang yang belum lunas dan karena diganggu ya saya misalnya meminta waktu lagi untuk membayar hutang saya, ya itu terserah kepada para kyai. 

"Masa depan Nahdlatul Ulama ini ada pada para ulama, ini tanggungjawab Anda semua," tegas Gus Yahya. (*)

Terkini