1.665 Petani Milenial Riau Terlibat Brigade Pangan, Perkuat Swasembada Pangan Nasional

Selasa, 10 Februari 2026 | 03:39:00 WIB
Ilustrasi

SEBALIK.COM, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung Swasembada Pangan Nasional melalui berbagai program strategis yang telah berjalan sejak 2025. Salah satu penguatan di lapangan dilakukan dengan melibatkan 1.665 petani milenial yang tergabung dalam 111 Brigade Pangan di seluruh wilayah Riau.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menyampaikan bahwa program swasembada pangan difokuskan pada sejumlah kegiatan utama, seperti optimasi lahan, cetak sawah rakyat, pompanisasi, irigasi perpompaan dan perpipaan, yang didukung dengan fasilitasi irigasi, penyediaan benih unggul, serta pupuk bersubsidi.

“Hingga saat ini, Pemprov Riau telah membentuk 111 Brigade Pangan dengan total 1.665 petani milenial. Ini merupakan bentuk nyata dukungan daerah dalam mendorong penguatan swasembada pangan nasional,” ujar Syahrial, Senin (9/2/2026).

Ia menegaskan, keberadaan Brigade Pangan tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam regenerasi petani dan modernisasi sektor pertanian, dengan dukungan alat dan mesin pertanian modern.

Dari sisi kebijakan, Pemprov Riau bersama pemerintah kabupaten dan kota memperkuat langkah tersebut melalui Instruksi Gubernur Riau tentang peningkatan produksi padi dan jagung, yang dijalankan melalui Gerakan Daerah Percepatan Peningkatan Luas Tambah Tanam.

Gerakan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk sinergi dengan TNI, Polri, serta pemangku kepentingan lainnya, guna mempercepat pencapaian target produksi pangan daerah.

“Alhamdulillah, hasilnya mulai terlihat. Luas tanam meningkat, indeks pertanaman naik, luas panen dan produksi juga bertambah. Yang tidak kalah penting, pendapatan petani ikut meningkat dan lahan sawah kembali produktif sehingga mampu menekan alih fungsi lahan,” jelasnya.

Syahrial mengungkapkan, pada tahun 2025 produksi padi di Provinsi Riau meningkat 4,51 persen. Dalam periode 2023 hingga 2025, produksi padi Riau tumbuh 12,7 persen, dari 205.973 ton menjadi 232.071 ton.

Jika dikonversikan ke dalam bentuk beras untuk konsumsi, produksi beras Riau pada 2025 mencapai 133,19 ribu ton, atau tumbuh 4,51 persen. Capaian tersebut dinilai semakin memperkuat ketahanan pangan daerah dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar Riau.

Namun demikian, Syahrial menyebutkan bahwa produksi tersebut baru mampu memenuhi sekitar 27 persen dari total kebutuhan konsumsi beras masyarakat Riau. Dengan jumlah penduduk sekitar 6,7 juta jiwa, kebutuhan beras Riau diperkirakan mencapai 436 ribu ton per tahun, sehingga pasokan dari luar daerah masih diperlukan.

Untuk itu, Pemprov Riau sangat mengharapkan dukungan berkelanjutan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia, baik dalam bentuk kebijakan, pendampingan teknis, maupun penguatan sarana dan prasarana pertanian.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan Kementerian Pertanian. Semoga sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat dalam mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional,” pungkasnya. (*)

Terkini