Bupati Afni: Kekayaan Sejarah Jadi Kekuatan Utama Pariwisata Siak

Minggu, 08 Februari 2026 | 14:24:00 WIB
Bupati Siak, Afni Zulkifli, menerima kunjungan Utusan Khusus Presiden RI Bidang Pariwisata, Zita Anjani

SEBALIK.COM, SIAK – Kabupaten Siak kembali mendapat perhatian pemerintah pusat dalam pengembangan pariwisata. Bupati Siak, Afni Zulkifli, menerima kunjungan Utusan Khusus Presiden RI Bidang Pariwisata, Zita Anjani, yang diajak meninjau sejumlah bangunan cagar budaya, termasuk Istana Siak, Museum Balairung Sri, dan Tangsi Belanda, Sabtu (7/2/2026).

Bupati Afni menekankan bahwa kekuatan pariwisata Siak terletak pada kekayaan sejarah, budaya, dan peradaban sungai yang masih terjaga. “Kami merasa bangga karena Siak menjadi tujuan kunjungan perdana Ibu Zita Anjani di Sumatera. Hal ini menunjukkan potensi wisata sejarah dan budaya kami mendapat perhatian dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Afni berharap kunjungan ini dapat mempercepat pengembangan dan restorasi destinasi bersejarah sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. Selain itu, kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat promosi pariwisata Siak di tingkat nasional dan membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan destinasi berbasis sejarah, budaya, dan kearifan lokal.

Utusan Khusus Presiden, Zita Anjani, menyampaikan bahwa kunjungannya ke Siak merupakan upaya pemerintah pusat agar peninjauan pariwisata tidak hanya difokuskan di Indonesia Timur, tetapi juga di wilayah Sumatera. “Siak kaya akan budaya dan sejarah. Artefaknya lengkap—istana, peninggalan, foto, dan dokumentasi sejarahnya terjaga dengan baik,” ujarnya.

Menurut Zita, Siak memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata edukatif, terutama bagi generasi muda, karena wisatawan bisa menikmati keindahan kota sekaligus mempelajari sejarah yang masih terjaga. Ia menambahkan pemerintah pusat akan berkoordinasi dengan Pemkab Siak terkait dukungan pelestarian dan revitalisasi sejumlah situs bersejarah yang kondisinya perlu perhatian.

Kunjungan diawali dengan menikmati panorama Kota Siak dari lift Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah, sebelum dilanjutkan ke Museum Balairung Sri atau Balai Kerapatan Tinggi, pusat pemerintahan Kesultanan Siak pada masa lalu. Bangunan bersejarah ini tetap terjaga dan menjadi destinasi wisata sejarah penting bagi kabupaten. (*)

Terkini