Fenomena Dunia: Dubai Siap Bangun Jalan Berlapis Emas Pertama di Dunia

Senin, 02 Februari 2026 | 22:45:00 WIB
Dubai berencana membangun jalan berlapis emas asli, yang diklaim sebagai pertama di dunia. Jalan ini akan dibangun di kawasan baru Dubai Gold District. (Foto: Dubai Media Office)

SEBALIK.COM, DUBAI – Dubai kembali mencatatkan inovasi spektakuler di panggung global. Kota metropolitan di Uni Emirat Arab ini berencana membangun jalan berlapis emas asli yang diklaim sebagai yang pertama di dunia. Proyek ambisius tersebut akan menjadi bagian utama dari kawasan baru bertajuk Dubai Gold District.

Jalan yang diberi nama Gold Street ini dirancang sebagai ikon utama distrik tersebut. Selain menjadi daya tarik wisata, Gold Street juga diharapkan memperkuat posisi Dubai sebagai salah satu pusat perdagangan emas dan perhiasan terbesar di dunia.

Mengutip laporan Gulf News, Senin (2/2/2026), pengembang properti Ithra Dubai menyampaikan bahwa pembangunan jalan berlapis emas ini bukan sekadar proyek simbolik. Gold Street akan terintegrasi langsung dengan infrastruktur perdagangan, ritel, dan investasi emas yang ada di Dubai Gold District.

“Gold Street akan menjadi bagian dari ekosistem bisnis dan pariwisata yang saling terhubung, bukan berdiri sendiri,” demikian pernyataan pengembang. Adapun detail desain serta tahapan konstruksi proyek akan diumumkan secara bertahap.

Dubai Gold District sendiri diproyeksikan menampung lebih dari 1.000 gerai ritel yang menawarkan berbagai produk, mulai dari emas dan perhiasan, parfum, kosmetik, hingga produk gaya hidup. Sejumlah merek ternama internasional telah lebih dulu beroperasi di kawasan ini.

Untuk mendukung kenyamanan wisatawan dan pelaku bisnis global, kawasan tersebut juga dilengkapi lebih dari 1.000 kamar tamu yang tersebar di enam hotel di sekitarnya. Sejak 2025, akses menuju Dubai Gold District semakin mudah dengan penambahan rute bus wisata Big Bus yang langsung masuk ke area tersebut.

Sepanjang tahun 2025, Dubai Gold District tercatat telah dikunjungi wisatawan dari lebih dari 147 negara. Peluncuran kawasan ini berlangsung di tengah posisi Uni Emirat Arab sebagai salah satu pusat perdagangan emas fisik terbesar di dunia.

Berdasarkan data resmi periode 2024–2025, UEA mengekspor emas senilai sekitar 53,41 miliar dolar AS, dengan mitra dagang utama meliputi Swiss, Inggris, India, Hong Kong, dan Turki. Secara global, UEA menempati peringkat kedua sebagai destinasi perdagangan emas fisik terbesar.

CEO Dubai Festivals and Retail Establishment (DFRE) di bawah Dubai Department of Economy and Tourism (DET), Ahmed Al Khaja, menegaskan bahwa emas memiliki nilai historis dan kultural yang kuat bagi Dubai.

“Emas telah terjalin erat dalam budaya dan kehidupan komersial Dubai. Ia melambangkan warisan, kemakmuran, serta semangat kewirausahaan yang menjadi identitas kota ini,” ujarnya.

Menurut Ahmed, Dubai Gold District merupakan cerminan kolaborasi erat antara sektor publik dan swasta dalam mendorong inovasi berskala global. Kawasan ini diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan internasional, mendorong arus investasi, serta semakin memperkuat reputasi Dubai sebagai salah satu kota terbaik di dunia untuk dikunjungi, ditinggali, dan berbisnis. (*)

Terkini