SEBALIK.COM, PEKANBARU – Adelia Wilhelmina, yang akrab dikenal sebagai Adelia Pasha, tampil memikat saat melangkah di panggung peragaan busana di jantung Kota Pekanbaru. Di hadapan ratusan pasang mata, pesonanya berpadu dengan keindahan wastra Nusantara yang dikemas dalam balutan modern dan penuh karakter.
Acara ini bukan sekadar fashion show biasa. Sebanyak 35 desainer ternama dari dalam dan luar negeri turut ambil bagian, menjadikannya ruang temu kreativitas lintas budaya. Kehadiran Adelia di Riau pun meninggalkan kesan mendalam, terutama karena kuatnya kolaborasi antardaerah hingga mancanegara yang terjalin dalam satu panggung prestisius.
Istri musisi Pasha Ungu itu mengaku kagum dengan keberanian Riau menggelar perhelatan berskala internasional. Menurutnya, acara ini membuktikan bahwa panggung mode berkelas dunia tidak harus selalu berpusat di ibu kota.
“Ini pengalaman yang luar biasa. Riau mampu menghadirkan kolaborasi dengan negara tetangga dalam sebuah event besar. Ini pertama kalinya saya datang ke acara internasional di daerah yang penyelenggaraannya begitu matang,” ujar Adelia, Minggu (25/1/2026).
Ketertarikan Adelia semakin dalam saat mengenal ragam batik khas Riau. Ia melihat setiap motif bukan sekadar ornamen, melainkan cerminan sejarah, nilai, dan martabat masyarakat Melayu yang diwariskan lintas generasi.
Kekayaan itu semakin terasa setelah ia berdiskusi dengan Penasihat Puan Aspekraf, Rusli Zainal, yang menjelaskan keunikan motif batik dari 12 kabupaten dan kota di Riau.
“Batik Riau punya cerita dan karakter yang sangat kuat. Mendengar penjelasan langsung membuat saya ingin melihat lebih dekat proses pembuatannya, bagaimana para pengrajin menuangkan sejarah ke dalam kain,” tuturnya penuh antusias.
Di akhir perbincangan, Adelia menyampaikan pesan khusus untuk generasi muda. Ia mengajak Gen Z untuk tidak lagi memandang batik sebagai busana kaku yang hanya dipakai di acara resmi.
“Kita harus bangga memakai batik. Sekarang desainnya sudah sangat modern dan stylish. Batik bisa dipakai ke mana saja, dari aktivitas santai sampai acara spesial. Ini bukan lagi soal formalitas, tapi soal identitas dan gaya hidup,” pungkasnya. (*)