SEBALIK.COM , KAMPAR - Angin segar berembus bagi warga yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Kampar. Manajemen PLTA Koto Panjang resmi menutup seluruh pintu pelimpah (spillway gate) menyusul tren penurunan elevasi waduk yang kian stabil, Minggu (25/1/2026).
Berdasarkan pantauan terbaru pukul pagi ini, elevasi waduk berada di angka 79.54 mdpl. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 13 cm hanya dalam waktu 24 jam. Kondisi ini memungkinkan pihak manajemen untuk menghentikan pembuangan air manual melalui pintu pelimpah.
Manajer PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, menjelaskan bahwa saat ini jumlah air yang masuk (inflow) jauh lebih kecil dibandingkan air yang keluar melalui turbin pembangkit (outflow).
"Inflow tercatat sebesar 138.11 m³/s, sementara outflow melalui turbin mencapai 320.86 m³/s. Karena trennya terus menurun, kami memutuskan menutup seluruh pintu pelimpah," ujar Dhani.
Langkah penutupan ini merupakan tindak lanjut dari keputusan Tim Koordinasi Pengoperasian Bendungan. Sebelumnya, sejak akhir Desember 2025, dua pintu pelimpah sempat dibuka setinggi 50 sentimeter untuk menjaga stabilitas bendungan akibat curah hujan tinggi.
Dengan penutupan total ini, dampak langsung akan dirasakan oleh warga di area hilir. Dhani memperkirakan permukaan Sungai Kampar akan mengalami penurunan yang cukup terasa.
Meski pintu air telah ditutup dan permukaan sungai diprediksi menyusut, pihak PLTA tetap memberikan catatan penting bagi warga Riau, khususnya di Kabupaten Kampar.
"Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sepanjang aliran Sungai Kampar untuk tetap waspada. Perhatikan selalu perubahan ketinggian air secara tiba-tiba," tambah Dhani.
Kondisi cuaca yang fluktuatif di area hulu tetap menjadi faktor utama yang dipantau ketat oleh manajemen guna memastikan keamanan bendungan dan warga di sekitar aliran sungai. (Mail Has)