SEBALIK.COM, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyatakan kesiapan dan dukungan penuh untuk menjadi tuan rumah Pertemuan Green Council (GC) dan Green City Mayor Council (GCMC) Indonesia–Malaysia–Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Tahun 2026. Agenda internasional tersebut direncanakan berlangsung pada Agustus 2026 di Kota Pekanbaru.
Dukungan Pemprov Riau disampaikan oleh Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Helmi, saat mengikuti rapat pembahasan secara virtual dari Ruang Rapat Sekda Kantor Gubernur Riau, Kamis (22/1/2026).
Dalam kerangka kerja sama subregional IMT-GT, Indonesia dijadwalkan menjadi tuan rumah dua agenda strategis pada 2026. Salah satunya adalah pertemuan Green Council dan Green City Mayor Council yang akan melibatkan perwakilan pemerintah daerah dari tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
Penetapan Kota Pekanbaru sebagai lokasi kegiatan tersebut didasarkan pada surat Wali Kota Pekanbaru kepada Centre for IMT-GT Subregional Cooperation (CIMT) tertanggal 24 Juni 2025.
Helmi menjelaskan bahwa pemberitahuan resmi terkait pelaksanaan kegiatan baru diterima pada Desember 2025, sehingga belum terakomodasi dalam perencanaan anggaran awal Pemprov Riau. Meski demikian, pemerintah provinsi pada prinsipnya menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan agenda internasional tersebut.
“Dalam waktu dekat akan kami komunikasikan dengan pimpinan terkait mekanisme pergeseran anggaran. Prinsipnya, Pemerintah Provinsi Riau mendukung pelaksanaan kegiatan ini,” ujar Helmi.
Ia juga menyampaikan bahwa meskipun perwakilan Pemerintah Kota Pekanbaru belum bergabung dalam rapat virtual tersebut, koordinasi lanjutan akan segera dilakukan. Berdasarkan informasi yang diterima Pemprov Riau, Pemerintah Kota Pekanbaru telah menyatakan kesiapan dari berbagai aspek guna menyukseskan pelaksanaan pertemuan GC dan GCMC IMT-GT 2026.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyambut baik rencana penyelenggaraan kegiatan tersebut. Kementerian mengimbau seluruh pihak terkait untuk memastikan kesiapan teknis serta dukungan anggaran agar agenda internasional tersebut dapat berjalan lancar dan optimal. (*)