Wali Kota Pekanbaru Diundang ke Jepang, Pelajari Pengelolaan Sampah Berbasis Lingkungan

Rabu, 21 Januari 2026 | 13:21:42 WIB
Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang di Medan, Furugori Toru, melakukan kunjungan ke Kota Pekanbaru, Provinsi Riau

SEBALIK.COM, PEKANBARU - Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mendapat undangan resmi dari Pemerintah Jepang untuk mengikuti workshop internasional terkait pengelolaan sampah dan lingkungan hidup. Undangan tersebut diberikan setelah Kota Pekanbaru dinilai aktif mendorong berbagai program berbasis lingkungan dan kebersihan kota.

Workshop ini akan berlangsung pada 25–31 Januari 2026 di Jepang dan diikuti oleh lima kepala daerah terpilih dari seluruh Indonesia, bersama Menteri Koordinator. Selain Wali Kota Pekanbaru, peserta lainnya yakni Wali Kota Yogyakarta, Wali Kota Bogor, Wali Kota Mojokerto, Bupati Lampung Selatan, dan Bupati Toba.

Agung Nugroho menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam workshop tersebut menjadi kesempatan penting bagi Pekanbaru untuk mempelajari langsung sistem pengelolaan sampah yang diterapkan di Jepang, yang dikenal efektif dan berkelanjutan. Fokus pembahasan meliputi pengelolaan sampah dengan pendekatan ekonomi dan lingkungan, yang dapat diadaptasi sesuai kondisi daerah di Indonesia.

“Kami mendapatkan undangan untuk berangkat ke Jepang bersama Bapak Menko dan lima kepala daerah lainnya. Ini tentang bagaimana pengelolaan sampah dengan pendekatan ekonomi yang bisa diterapkan di Indonesia,” ujar Agung, Rabu (21/1/2026).

Ia menambahkan, seluruh biaya perjalanan dan kegiatan selama workshop ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Jepang. Pemerintah Kota Pekanbaru berharap melalui kegiatan ini dapat memperoleh pengetahuan, pengalaman, serta dukungan internasional dalam menyelesaikan persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan perkotaan.

Terpilihnya Pekanbaru sebagai salah satu peserta workshop internasional ini juga tidak terlepas dari peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan kota. Kesadaran warga untuk membuang sampah pada tempatnya dan mendukung program lingkungan menjadi salah satu indikator positif yang dilihat oleh pihak penyelenggara.

“Ini bukan hanya tentang pemerintah, tapi juga hasil dari kesadaran masyarakat Pekanbaru yang semakin tertib dan peduli terhadap lingkungan,” pungkas Agung. (*)

Terkini