Resmi Dibuka, Wings Air Layani Penerbangan Pekanbaru–Sibolga Mulai 23 Januari 2026

Selasa, 20 Januari 2026 | 17:51:00 WIB
Audiensi antara Corporate Communications Strategic Lion Air Group dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi, Pekanbaru, Selasa (20/1/2026)

SEBALIK.COM, PEKANBARU – Upaya memperkuat konektivitas udara di Pulau Sumatera kembali menunjukkan perkembangan positif. Maskapai Wings Air, yang merupakan bagian dari Lion Air Group, secara resmi akan membuka rute penerbangan Pekanbaru–Sibolga mulai 23 Januari 2026. Pembukaan rute ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan antardaerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Rencana pembukaan rute tersebut disampaikan dalam audiensi antara Corporate Communications Strategic Lion Air Group dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi, Pekanbaru, Selasa (20/1/2026).

Pertemuan tersebut membahas pengembangan jaringan penerbangan Wings Air dari Pekanbaru sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan konektivitas udara di Sumatera.

Dalam pemaparannya, Danang Mandala Prihantoro, selaku Corporate Communications Strategic Lion Air Group, menjelaskan bahwa Wings Air berkomitmen untuk terus mengembangkan rute-rute strategis dari Pekanbaru. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat akses transportasi udara yang cepat, efisien, dan terjangkau bagi masyarakat.

“Wings Air sebagai bagian dari Lion Group akan terus mengembangkan rute-rute dari Pekanbaru dengan tujuan mendukung program pemerintah terkait konektivitas udara di Pulau Sumatera,” ujar Danang.

Ia menambahkan bahwa pihaknya juga memiliki visi menjadikan Pekanbaru sebagai kota penghubung atau hub penerbangan yang saling terkoneksi dengan berbagai daerah, baik di dalam maupun luar negeri. Saat ini, Pekanbaru telah memiliki penerbangan langsung ke sejumlah kota besar seperti Yogyakarta, Surabaya, hingga Kuala Lumpur. Selain itu, rute Pekanbaru menuju Gunung Sitoli dan Nias juga telah beroperasi.

“Dalam waktu dekat, kami akan merilis rute penerbangan Pekanbaru–Sibolga. Rute ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini harus menempuh perjalanan darat hingga 12 sampai 13 jam,” ungkap Danang.

Menurutnya, pembukaan rute ini berawal dari masukan berbagai agen perjalanan dan pelaku industri pariwisata yang melihat kebutuhan tinggi akan akses transportasi udara antara Pekanbaru dan Sibolga. Dengan adanya penerbangan langsung, masyarakat diharapkan dapat menikmati perjalanan yang lebih cepat, aman, dan nyaman.

Danang juga menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah daerah agar rute baru ini dapat berjalan berkelanjutan. Pihak maskapai, kata dia, akan melakukan kajian menyeluruh terkait potensi pasar, daya beli masyarakat, serta tingkat permintaan penumpang agar penerbangan tersebut dapat memberikan manfaat maksimal dan beroperasi secara berkesinambungan.

“Kami membutuhkan dukungan dan masukan dari pemerintah daerah agar rute ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan dapat bertahan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyambut baik rencana pembukaan rute Pekanbaru–Sibolga tersebut. Ia menilai rute ini memiliki potensi besar, mengingat banyaknya masyarakat asal Nias dan sekitarnya yang bermukim dan beraktivitas di Riau.

“Pembukaan rute baru Pekanbaru–Sibolga ini tentu kita dukung. Banyak masyarakat kita yang berasal dari Nias dan sekitarnya. Namun, saya berharap rute ini benar-benar dikaji dengan matang agar tidak hanya berjalan satu atau dua bulan, lalu berhenti,” tegas SF Hariyanto.

Ia menekankan bahwa keberlanjutan rute penerbangan menjadi faktor penting agar manfaat ekonomi dan sosialnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, SF Hariyanto juga menyampaikan harapannya agar Wings Air dapat mengaktifkan kembali rute penerbangan Pekanbaru–Melaka. Menurutnya, rute tersebut memiliki potensi pasar yang cukup besar, baik untuk keperluan pengobatan, wisata, maupun perjalanan bisnis.

“Banyak masyarakat kita yang pergi ke Melaka untuk berobat atau sekadar berlibur, begitu juga sebaliknya. Jaraknya dekat, sehingga sangat bagus untuk mendukung perputaran ekonomi. Saya berharap rute Pekanbaru–Melaka bisa diaktifkan kembali,” harapnya.

Dengan dibukanya rute Pekanbaru–Sibolga, Pemerintah Provinsi Riau optimistis konektivitas antarwilayah di Sumatera akan semakin kuat. Selain mempercepat mobilitas masyarakat, kehadiran rute ini juga diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata, perdagangan, dan investasi, sekaligus menjadikan Pekanbaru sebagai salah satu simpul penting transportasi udara di wilayah barat Indonesia. (*)

Terkini