Pemkab Siak Dukung Balita Penderita Jantung Bawaan melalui Bantuan Yayasan Jantung Indonesia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:34:00 WIB
Wakil Bupati Siak Syamsurizal didampingi istri, Siti Sarifah, hadir langsung dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk empati dan dukungan moral kepada keluarga Hamizan

SEBALIK.COM, KERINCI KANAN - Pemerintah Kabupaten Siak menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dengan memberikan dukungan kepada Hamizan Asshauqi (1), balita asal Desa Bukit Agung, Kecamatan Kerinci Kanan, yang menderita kelainan jantung bawaan. Dukungan tersebut disalurkan melalui bantuan Yayasan Jantung Indonesia (YJI).

Wakil Bupati Siak Syamsurizal didampingi istri, Siti Sarifah, hadir langsung dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk empati dan dukungan moral kepada keluarga Hamizan. Ia mengapresiasi perhatian Yayasan Jantung Indonesia, pemerintah kampung, serta partisipasi masyarakat yang turut membantu proses pengobatan Hamizan.

“Terima kasih atas bantuan yang diberikan Yayasan Jantung Indonesia. Semoga berkah dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pengobatan Hamizan,” ujar Wabup Syamsurizal, Jumat (16/1/2026).

Ia menegaskan bahwa Pemkab Siak memiliki komitmen kuat dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah satunya melalui program BPJS Kesehatan Universal Health Coverage (UHC) yang telah tersedia untuk meringankan beban biaya pengobatan warga.

“Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membantu masyarakat, termasuk keluarga Hamizan,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Yayasan Jantung Indonesia Pusat, Rezka Oktoberia, menjelaskan bahwa YJI memberikan bantuan berupa dana pendampingan sebesar Rp4 juta. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi biaya konsultasi medis, obat-obatan, serta pemenuhan nutrisi anak.

“Hamizan telah menjalani operasi pada 13 November 2025 dan Alhamdulillah menunjukkan perkembangan yang baik. Yayasan akan terus memantau kondisinya serta memastikan adanya perhatian berkelanjutan bagi anak-anak dengan kelainan jantung bawaan,” jelas Rezka.

Hamizan diketahui mengalami kelainan jantung bawaan saat berusia delapan bulan, setelah orang tuanya menyadari adanya perbedaan pertumbuhan dibandingkan bayi seusianya. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan medis, Hamizan didiagnosis menderita dextrocardia situs inversus, dengan posisi atrium kiri (LA) dan ventrikel kiri (LV) berada di sisi kanan.

Sebelumnya, keluarga Hamizan juga telah menerima bantuan dari Baznas, pemerintah kampung, serta masyarakat sekitar yang turut meringankan biaya operasi pertama yang dilakukan di Jakarta. Sinergi berbagai pihak tersebut sangat membantu kelancaran proses pengobatan Hamizan.

Dengan penuh haru, kedua orang tua Hamizan, Rio Rohman dan Rizky Widya, menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan bantuan yang diterima.

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur atas perhatian dari Pemkab Siak, pemerintah kampung, Baznas, masyarakat, dan Yayasan Jantung Indonesia. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dalam proses pengobatan anak kami,” ungkap mereka.

Berdasarkan rekomendasi medis, Hamizan masih memerlukan operasi lanjutan yang direncanakan saat usianya sekitar empat tahun. Pemerintah Kabupaten Siak berharap Hamizan dapat terus memperoleh perawatan terbaik dan tumbuh sehat dengan dukungan berkelanjutan dari semua pihak.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara Pemkab Siak, Yayasan Jantung Indonesia, dan masyarakat dalam memberikan perhatian serta dukungan berkelanjutan bagi anak-anak dengan kelainan jantung bawaan dan warga yang membutuhkan bantuan khusus. (*)

Terkini