SEBALIK.COM, PEKANBARU – Kondisi Jalan Tol Pekanbaru–Dumai di Provinsi Riau menuai keluhan dari pengguna jalan. Sejumlah titik di ruas tol tersebut dilaporkan bergelombang dan tidak rata, sehingga dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengendara, terutama saat melaju dengan kecepatan tinggi.
Tol sepanjang 131,48 kilometer ini merupakan bagian dari Jalan Tol Trans-Sumatra yang berfungsi sebagai jalur strategis penghubung Pekanbaru dan Dumai, sekaligus menopang distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di Riau.
Pantauan di lapangan menunjukkan, meskipun secara visual jalan tol tampak megah dengan fasilitas pendukung yang memadai, seperti rambu lalu lintas dan rest area, namun kenyamanan berkendara masih terganggu akibat permukaan jalan yang bergelombang, miring, serta sambungan jembatan yang tidak rata di sejumlah titik.
Salah seorang pengguna tol, Wino (48), mengaku kondisi tersebut cukup mengganggu dan berisiko menimbulkan kecelakaan jika pengendara tidak waspada.
“Gelombangnya lumayan banyak. Kalau tidak hati-hati, apalagi di kecepatan tinggi, bisa berbahaya,” ujar Wino di Pekanbaru, Kamis (25/12/2025) dikutip dari kompas.com.
Ia menilai pengelola jalan tol perlu lebih serius dalam menjaga kualitas infrastruktur, mengingat Tol Pekanbaru–Dumai merupakan jalan berbayar dengan volume kendaraan yang cukup tinggi, khususnya saat libur Natal dan Tahun Baru.
“Harapannya jalan yang bergelombang itu segera diperbaiki dan diratakan. Tarif tol tidak murah, jadi kualitas jalan harus benar-benar diperhatikan,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Regional Sumatra Bagian Tengah PT Hutama Karya (Persero), Bromo Waluko Utomo, menyebut salah satu penyebab jalan bergelombang adalah kendaraan dengan muatan berlebih (overload) yang mempercepat penurunan kualitas perkerasan jalan.
“Hutama Karya mengimbau pengguna jalan, khususnya kendaraan angkutan, untuk tidak over dimensi dan overload (ODOL), mematuhi batas kecepatan, menjaga jarak aman, serta mengikuti rambu dan arahan petugas,” jelasnya.
Ia memastikan pihak pengelola terus melakukan pemeliharaan rutin dan berkala, termasuk perbaikan di titik-titik yang membutuhkan penanganan segera. Pengguna jalan juga diminta melaporkan kondisi darurat melalui call center Tol Pekanbaru–Dumai atau kanal resmi media sosial Hutama Karya.
Sebagai informasi, Jalan Tol Pekanbaru–Dumai telah beroperasi penuh sejak 25 September 2020 dan kini memasuki hampir lima tahun masa layanan sebagai salah satu tulang punggung konektivitas wilayah Sumatra. (*)