Harga TBS Sawit Riau Naik Jelang Akhir Tahun, Dipengaruhi Lonjakan Harga Kernel

Selasa, 23 Desember 2025 | 14:38:00 WIB
Ilustrasi

SEBALIK.COM, PEKANBARU – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mitra plasma di Provinsi Riau mengalami kenaikan menjelang akhir tahun. Kenaikan ini ditetapkan melalui rapat Dinas Perkebunan Provinsi Riau bersama Tim Penetapan Harga untuk periode 24 Desember 2025 hingga 13 Januari 2026.

Dalam penetapan tersebut, tim telah menggunakan tabel rendemen harga baru hasil kajian Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan yang telah disepakati bersama.

Kepala Bidang Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Riau, Defris Hatmaja, menjelaskan bahwa kenaikan harga tertinggi terjadi pada kelompok umur tanaman 9 tahun, yakni sebesar Rp 4,54 per kilogram atau naik 0,13 persen dibandingkan periode sebelumnya. Dengan demikian, harga pembelian TBS petani untuk kelompok umur tersebut menjadi Rp 3.516,32 per kilogram dan berlaku selama tiga minggu ke depan.

“Pada periode ini, indeks K yang digunakan adalah indeks K satu bulan ke depan sebesar 93,37 persen. Harga penjualan CPO minggu ini turun Rp 36,84, sementara harga kernel justru mengalami kenaikan Rp 258,23 dibandingkan minggu lalu,” ujar Defris, Selasa (23/12/2025).

Ia menambahkan, harga cangkang ditetapkan sebesar Rp 20,29 per kilogram dan berlaku untuk satu bulan ke depan. Sementara itu, bagi pabrik kelapa sawit (PKS) yang tidak melakukan penjualan, penetapan harga CPO dan kernel mengacu pada harga rata-rata tim atau harga KPBN sesuai ketentuan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 Tahun 2018.

Berdasarkan data KPBN, harga rata-rata CPO pada periode ini tercatat sebesar Rp 14.188,40 per kilogram, sedangkan harga kernel mencapai Rp 11.275 per kilogram.

“Secara umum, kenaikan harga TBS minggu ini lebih dipengaruhi oleh meningkatnya harga kernel,” jelasnya.

Defris juga menegaskan bahwa Dinas Perkebunan Provinsi Riau bersama Tim Penetapan Harga terus melakukan pembenahan tata kelola penetapan harga TBS agar sesuai regulasi dan berkeadilan bagi petani maupun perusahaan mitra.

“Perbaikan tata kelola ini merupakan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan yang didukung Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Harapannya, peningkatan harga TBS ini dapat berdampak langsung pada kesejahteraan petani sawit,” pungkasnya. (*)

Terkini