Tradisi 23 Tahun Tak Pernah Padam, Ribuan Warga Tanah Putih Tanjung Melawan Gelar Atib Tolak Bala

Minggu, 23 November 2025 | 16:10:00 WIB
Ribuan warga Tanah Putih Tanjung Melawan kembali melaksanakan Ritual Tolak Bala atau Atib Togak, Sabtu malam (23/11/2025)

SEBALIK.COM, ROHIL – Ribuan warga Tanah Putih Tanjung Melawan kembali melaksanakan Ritual Tolak Bala atau Atib Togak, Sabtu malam (23/11/2025), sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Kecamatan ke-23. Tradisi yang telah berjalan selama 23 tahun ini tetap lestari, menjadi simbol kekuatan spiritual dan ikatan komunal masyarakat setempat.

Acara dimulai selepas salat Magrib, dengan ratusan warga dari berbagai kelurahan dan kampung berdatangan ke halaman Kantor Camat Tanah Putih Tanjung Melawan. Lebih dari 700 peserta hadir untuk mengikuti syukuran makan bersama dan doa berjemaah Magrib dan Isya, menciptakan suasana religius yang meresap hingga ke pemukiman sekitar yang masih mempertahankan arsitektur khas Melayu.

Ritual Atib Togak dipimpin Kalifah Syarifudin, keturunan langsung Tuan Syekh Zainuddin Rokan, tokoh sentral sejarah spiritual Tanah Putih. Doa-doa dipandu oleh Ustadz Ismar Gozali, sementara tokoh masyarakat, datuk penghulu, lurah, unsur pimpinan kecamatan, tokoh agama, pemuda, serta unsur adat turut hadir dan berpartisipasi secara sadar untuk melestarikan warisan leluhur.

Dalam ritual ini, warga melafalkan ayat-ayat Alquran dan ratib secara berjemaah sebagai bentuk permohonan perlindungan dari Allah SWT, menolak marabahaya, dan memohon keberkahan bagi kecamatan mereka. Tradisi ini menjadi bukti bahwa nilai spiritual tetap menjadi fondasi kuat dalam kehidupan masyarakat, meski berada di tengah arus modernitas.

Camat Tanah Putih Tanjung Melawan, Muhammad Zuhri, menekankan pentingnya pelestarian tradisi lokal. Ia menyatakan bahwa ritual ini tidak hanya memperkuat ikatan sosial, tetapi juga menanamkan kesadaran spiritual dalam kehidupan warga.

“Melalui zikir akbar, ratib togak, dan doa bersama, pemerintah kecamatan berupaya memastikan nilai keberkahan dan harapan tetap tertanam kuat. Kami berharap tradisi ini menjadi penguat spiritual dan benteng batin bagi masyarakat, sehingga Tanah Putih Tanjung Melawan senantiasa harmonis, religius, dan tangguh menghadapi dinamika zaman,” ujar Camat Zuhri.

Ritual Atib Togak membuktikan bahwa warisan budaya dan spiritualitas dapat terus hidup, menjadi pengikat generasi, dan sekaligus menegaskan identitas sosial masyarakat Tanah Putih Tanjung Melawan. (*)

Halaman :

Terkini