SEBALIK.COM, PEKANBARU - Yayasan Berida Tutur kembali menggelar program budaya “Serenda Tutur: Jejak Suara dari Tanah Rokan”, sebuah ruang diskusi yang menghadirkan pembacaan ulang terhadap tradisi tutur dan sastra lisan dari Rokan Hulu. Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui Zoom pada Senin, 17 November 2025, mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai.
Acara menghadirkan Erni Lestari A.Md., Sn., S.Pd sebagai penutur/pembicara, serta Diana Jesika sebagai moderator. Peserta yang mengikuti diskusi melalui Zoom berasal dari berbagai daerah, di antaranya Kepulauan Meranti, Rokan Hulu, Kampar, Pekanbaru, Siak, Rokan Hilir, dan Duri–Bengkalis. Kehadiran lintas daerah ini menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap upaya pelestarian sastra lisan.
Dalam sambutannya, Founder Yayasan Berida Tutur, Siti Salmah, menegaskan bahwa Serenda Tutur merupakan program rutin sebagai wujud kepedulian terhadap sastra lisan yang mulai tergerus oleh zaman.
Ia berharap seluruh peserta—khususnya para pendidik dan orang tua—dapat menjadi pewaris dan penerus tradisi tutur, serta mewariskannya kepada anak didik maupun anak kandung sendiri.
Pada sesi materi, Erni Lestari menyampaikan pemaparannya berdasarkan pengalaman personal dan pengetahuan yang diwariskan oleh ayah kandungnya. Dengan nada haru, ia mengungkapkan kesedihannya karena sang ayah sedang sakit, sehingga ia tak dapat lagi menggali ilmu lebih jauh secara langsung. Ungkapan ini memantik empati dari para peserta dan komunitas yang hadir.
Dukungan mengalir dari berbagai komunitas, termasuk Lenggok Media, yang menyampaikan rencana untuk mengajak Remy, lintas komunitas, dan dinas terkait guna kembali menggali kearifan lokal Rokan Hulu, khususnya sastra lisan. Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Berida Tutur karena telah menggagas diskusi mingguan ini sebagai ruang belajar bersama.
Melalui kolaborasi komunitas budaya dan tingginya partisipasi masyarakat, kegiatan ini kembali menegaskan pentingnya menjaga, merawat, dan meneruskan warisan sastra lisan agar tetap hidup di tengah generasi masa kini. (*)