BMKG Deteksi 46 Titik Panas di Riau, Inhil Paling Banyak

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:00:45 WIB
Ilustrasi pemadaman karhutla

SEBALIK.COM , PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data terbaru yang menunjukkan lonjakan suhu di daratan Sumatera. Sebanyak 433 titik panas (hotspot) terpantau mengepung wilayah Sumatera, Rabu (28/1/2026) pagi.

Provinsi Riau menjadi salah satu perhatian utama dengan sumbangan 46 titik panas. Namun, yang paling mengkhawatirkan adalah munculnya titik api di area pesisir.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir Prayuna, mengungkapkan bahwa dari puluhan titik panas di Riau, terdapat dua titik yang sudah mencapai tingkat kepercayaan tinggi. Artinya, satelit tidak lagi sekadar menangkap suhu panas, melainkan sudah mengonfirmasi adanya api yang berkobar.

"Dua titik api ini dipastikan berada di wilayah Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis. Sebaran ini perlu menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak," tegas Yasir.

Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) saat menjadi penyumbang hotspot di Riau sebanyak 20 titik, disusul Bengkalis 13 titik, kemudian Pelalawan 7 titik, Rokan Hilir 4 Titik, dan Kep. Meranti & Rokan Hulu, masing-masing 1 Titik.

Secara skala regional Sumatera, Provinsi Aceh masih menjadi wilayah dengan sebaran titik panas paling ekstrem, yakni mencapai 259 titik. Disusul oleh Sumatera Barat 49 titik dan Sumatera Utara 43 titik. Riau berada di peringkat keempat, diikuti oleh Bengkulu dan Lampung.

Meskipun langit terlihat cerah dan mendukung aktivitas, BMKG mengingatkan adanya risiko tersembunyi. Berdasarkan indikator Fine Fuel Moisture Code (FFMC) dan Fire Weather Index (FWI), material hutan yang kering ditambah suhu tinggi membuat lahan sangat mudah tersulut api.

BMKG mengimbau pemerintah daerah, aparat terkait, serta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan pembakaran lahan, dan segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran di lapangan. (Mail Has)

Terkini