Wali Kota Paisal Pastikan Segmen Krusial Penanggulangan Banjir Dikebut 2026

Senin, 26 Januari 2026 | 08:10:55 WIB
Wali Kota Dumai H. Paisal meninjau langsung bantaran Sungai Dumai di Jalan Rajawali Ujung, Kelurahan Laksamana, Kecamatan Dumai Kota

SEBALIK.COM, DUMAI — Wali Kota Dumai H. Paisal meninjau langsung bantaran Sungai Dumai di Jalan Rajawali Ujung, Kelurahan Laksamana, Kecamatan Dumai Kota, Sabtu (24/1/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi pembangunan infrastruktur pengendali banjir yang akan digarap pada tahun 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Paisal didampingi Sekretaris Daerah Kota Dumai Fahmi Rizal serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Mereka melihat secara langsung kondisi lapangan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT), tanggul, dan sistem drainase sebagai bagian dari Program Penanggulangan Banjir Bantaran Sungai Dumai.

Kelurahan Laksamana diketahui masuk dalam Segmen 6, salah satu titik prioritas yang akan dikebut pengerjaannya tahun ini. Berdasarkan data Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum, kawasan tersebut merupakan jalur vital keluar-masuk aliran air, terutama saat terjadi pasang rob.

Kondisi tersebut kerap menyebabkan genangan yang meluas, tidak hanya di Kelurahan Laksamana, tetapi juga berdampak ke wilayah sekitarnya. Karena itu, penanganan di segmen ini dinilai sangat menentukan keberhasilan program pengendalian banjir secara keseluruhan.

Wali Kota Paisal menegaskan bahwa Pemerintah Kota Dumai akan memperhatikan seluruh aspek dalam pelaksanaan program, termasuk proses administrasi pembebasan lahan milik masyarakat yang akan dilakukan sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku.

“Segmen 6 ini menjadi salah satu titik krusial dalam penanggulangan banjir di Bantaran Sungai Dumai. Pada tahun 2026, segmen ini akan kita gesa, dan seluruh aktivitasnya akan dilaksanakan secara prosedural,” ujar Paisal.

Ia berharap, setelah pembangunan di Segmen 6 rampung, dampak banjir akibat air rob yang selama ini menggenangi permukiman warga dapat tertangani dengan lebih optimal.

“Harapannya, ketika pekerjaan ini selesai, sebagian besar banjir rob yang masuk ke kawasan permukiman bisa dikendalikan dengan baik,” pungkasnya. (*)

Terkini