Arsenal Menang di Stamford Bridge, Tapi Jalan ke Final Carabao Cup Masih Terjal

Kamis, 15 Januari 2026 | 07:00:00 WIB
Selebrasi Viktor Gyokeres dalam laga Chelsea vs Arsenal di semifinal Carabao Cup 2025/2026, Kamis (15/1/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

SEBALIK.COM - Arsenal mengambil langkah awal menuju final Carabao Cup 2025/2026 usai menaklukkan Chelsea dengan skor tipis 3-2 pada leg pertama semifinal di Stamford Bridge, Kamis (15/1/2026) dini hari WIB. Meski membawa pulang kemenangan berharga, The Gunners sadar keunggulan ini belum sepenuhnya menjamin tiket ke partai puncak.

Bertindak sebagai tim tamu, pasukan Mikel Arteta tampil efisien dan klinis. Hasil ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Arsenal menjadi 10 laga di semua kompetisi, sekaligus menorehkan kekalahan kandang pertama bagi Liam Rosenior dalam debutnya sebagai manajer Chelsea di Stamford Bridge.

Ironisnya, keunggulan Arsenal lahir dari situasi yang sebelumnya dianggap bukan kekuatan utama mereka. Sepak pojok Declan Rice disambut sundulan Ben White, memanfaatkan keraguan Robert Sánchez dalam membaca arah bola. Gol tersebut membuka laga dan kembali menegaskan rapuhnya pertahanan Chelsea dalam situasi bola mati.

Chelsea berupaya merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. João Pedro dan Estêvão sempat mengancam, tetapi penyelesaian akhir yang kurang tenang serta solidnya lini belakang Arsenal membuat peluang itu tak berbuah gol. Di sisi lain, Arsenal hampir menggandakan keunggulan melalui tembakan jarak jauh William Saliba yang melayang tipis di atas mistar.

Tekanan Arsenal berlanjut selepas jeda. Kerja sama Bukayo Saka dan Ben White di sisi kanan kembali menjadi sumber masalah bagi Chelsea. Bola silang White gagal diamankan Sánchez, dan Viktor Gyokeres dengan sigap menyambar bola liar untuk membawa Arsenal unggul 2-0.

Chelsea menemukan momentum setelah Alejandro Garnacho dimasukkan. Winger muda Argentina itu langsung memperkecil ketertinggalan lewat sepakan presisi hasil assist Pedro Neto. Namun, Arsenal merespons dengan cepat dan dingin. Gyokeres menjadi kreator sebelum Martín Zubimendi melakukan solo run impresif dan menuntaskannya dengan tembakan kaki kiri untuk mengembalikan jarak dua gol.

Laga belum selesai. Chelsea kembali memberi tekanan melalui situasi bola mati, dan Garnacho mencetak gol keduanya untuk membuat skor menjadi 3-2. Stamford Bridge kembali bergemuruh, dan tuan rumah terus menekan di sisa waktu. Meski demikian, Arsenal mampu menjaga keunggulan hingga peluit akhir.

Kemenangan ini memberi Arsenal modal penting jelang leg kedua, namun margin satu gol jelas belum aman. Chelsea menunjukkan daya juang dan potensi ancaman yang nyata. Arteta dan anak asuhnya pun tahu, satu kesalahan di leg kedua bisa mengubah segalanya dalam perebutan tiket ke final. (*)

Terkini