SEBALIK.COM - Real Madrid menelan kejutan besar di babak 16 besar Copa del Rey. Bertandang ke Estadio Carlos Belmonte, Kamis (15/1/2026) dini hari WIB, Los Blancos tersingkir setelah kalah dramatis 2-3 dari Albacete, klub yang saat ini berjuang di papan bawah Segunda Division. Kekalahan ini sekaligus menodai debut Alvaro Arbeloa sebagai pelatih kepala Madrid.
Madrid sebenarnya tampil dominan sejak awal laga. Penguasaan bola mendekati 80 persen menunjukkan betapa tim tamu mengontrol permainan. Namun dominasi tersebut tidak berbanding lurus dengan efektivitas di depan gawang.
Justru Albacete yang lebih dulu mencuri keunggulan pada menit ke-42 lewat sundulan Javi Villar memanfaatkan situasi sepak pojok. Madrid baru bisa membalas di masa injury time babak pertama melalui Franco Mastantuono, yang memanfaatkan kesalahan fatal kiper Raul Lizoain.
Babak kedua berlangsung lebih terbuka. Arbeloa mencoba mengubah dinamika pertandingan dengan memasukkan sejumlah pemain senior demi mengejar kemenangan. Namun langkah tersebut tidak sepenuhnya membuahkan hasil.
Petaka datang di sepuluh menit terakhir. Penyerang pengganti Jefte Betancor tampil sebagai pembeda dengan mencetak dua gol krusial pada menit ke-82 dan 90+4. Di sela-sela itu, Madrid sempat menyamakan kedudukan lewat Gonzalo Garcia, tetapi harapan tersebut hanya bertahan singkat.
Kemenangan ini menjadi momen bersejarah bagi Albacete, sekaligus pukulan telak bagi Real Madrid. Kekalahan dari tim peringkat ke-17 Segunda Division terasa semakin menyakitkan karena datang hanya beberapa hari setelah Madrid tumbang dari Barcelona di Piala Super Spanyol.
Awal era Alvaro Arbeloa pun langsung diselimuti tanda tanya. Tanpa kehadiran Kylian Mbappe, Rodrygo, dan Jude Bellingham, Madrid memang tampil pincang. Namun hasil ini tetap memperbesar sorotan terhadap keputusan klub menunjuk Arbeloa yang minim pengalaman di level senior.
Alih-alih menjadi titik awal kebangkitan, debut Arbeloa justru membuka periode penuh tekanan, keraguan, dan ekspektasi besar yang harus segera dijawab. (*)